Industri Alat Kesehatan Lokal Naik Kelas, Oneject Perluas Inovasi dan Perkuat Ekosistem Teknologi Medis

JAKARTA, MAJALAH CEO (05/11). — Penguatan industri alat kesehatan menjadi salah satu langkah strategis Indonesia dalam membangun ketahanan sektor kesehatan sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur nasional. PT Oneject Indonesia mengambil bagian dalam perkembangan tersebut dengan memperluas inovasi produk, memperkuat kerja sama teknologi, serta mengembangkan kemampuan produksi peralatan medis untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.

Perkembangan kebutuhan layanan kesehatan mendorong peningkatan permintaan terhadap berbagai perangkat medis, mulai dari peralatan diagnostik, perlengkapan transfusi darah, hingga teknologi penunjang tindakan medis. Kondisi ini membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Oneject melihat peluang tersebut melalui pengembangan portofolio produk yang tidak hanya berfokus pada perlengkapan medis konvensional, tetapi juga mencakup perangkat dengan teknologi yang lebih kompleks. Beberapa produk yang dikembangkan perusahaan meliputi mesin hemodialisis, kantong darah, dan perangkat radiologi X-ray portabel.

President Director PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana, mendorong pengembangan produk medis sebagai bagian dari upaya memperluas kemampuan industri nasional. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi produk buatan Indonesia agar mampu bersaing dengan berbagai merek internasional.

Salah satu aspek penting dalam strategi tersebut adalah penguasaan teknologi produksi. Industri alat kesehatan membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap produk berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan medis. Oleh sebab itu, proses manufaktur harus didukung pengujian, pengendalian kualitas, serta pemenuhan standar keamanan yang ketat.

Pengembangan mesin hemodialisis menjadi salah satu langkah untuk memasuki segmen peralatan medis yang memiliki kebutuhan teknologi dan standar teknis tinggi. Perangkat ini digunakan dalam terapi pengganti fungsi ginjal bagi pasien yang mengalami gangguan ginjal berat. Kehadiran produk lokal diharapkan dapat memperluas pilihan penyediaan peralatan bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Sementara itu, pengembangan kantong darah diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan transfusi yang menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan. Ketersediaan perangkat penyimpanan darah berkualitas memiliki peran besar dalam mendukung tindakan medis, pelayanan kegawatdaruratan, serta penanganan pasien yang membutuhkan transfusi.

Di sektor teknologi diagnostik, perusahaan juga memiliki peluang pengembangan melalui perangkat X-ray portabel. Peralatan tersebut menawarkan fleksibilitas pemeriksaan radiologi dan dapat membantu pelayanan kesehatan yang membutuhkan mobilitas perangkat lebih tinggi, termasuk pada kondisi tertentu ketika pasien sulit dipindahkan.

Selain pengembangan produk secara mandiri, kolaborasi dengan perusahaan teknologi internasional menjadi bagian dari strategi peningkatan kompetensi manufaktur. Kerja sama Oneject dengan Terumo Corporation dari Jepang dalam pengembangan T1 Syringe memperlihatkan bagaimana kemitraan industri dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses produksi alat kesehatan di Indonesia.

Produk tersebut menggunakan teknologi sterilisasi Electron Beam (E-Beam), yakni metode sterilisasi dengan memanfaatkan pancaran elektron untuk mengendalikan mikroorganisme. Penerapan teknologi ini menjadi salah satu alternatif proses manufaktur yang mendukung pengembangan produk medis dengan standar kebersihan dan keamanan tinggi.

Kemampuan inovasi juga diperkuat melalui hubungan antara dunia industri dan perguruan tinggi. Kolaborasi Oneject dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi contoh pengembangan ekosistem penelitian yang menghubungkan keahlian akademis dengan kebutuhan manufaktur.

Sejumlah teknologi yang dikembangkan melalui kolaborasi tersebut mencakup perangkat analisis laboratorium terpadu dan teknologi Surface Plasmon Resonance (SPR). Teknologi SPR memanfaatkan perubahan karakteristik cahaya pada permukaan sensor untuk mendeteksi interaksi biomolekuler, sehingga memiliki potensi penerapan dalam pengembangan perangkat diagnostik penyakit.

Sinergi tersebut menjadi penting karena pengembangan alat kesehatan tidak berhenti pada tahap penelitian. Hasil inovasi harus melalui proses pengujian, validasi, pengembangan desain, hingga pemenuhan persyaratan regulasi sebelum dapat diproduksi dan digunakan secara luas. Keterlibatan industri diharapkan mempercepat proses hilirisasi agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan.

Dari sisi standar internasional, produk ONEJECT 0.5mL Auto Disable Syringe juga telah tercatat dalam daftar prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jarum suntik jenis ini dirancang dengan mekanisme yang mencegah penggunaan ulang, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan penularan penyakit melalui praktik penyuntikan yang tidak aman.

Pencapaian tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan manufaktur alat kesehatan Indonesia. Namun, ekspansi ke pasar internasional tetap membutuhkan konsistensi kualitas, kapasitas produksi yang memadai, serta pemenuhan ketentuan regulasi di setiap negara tujuan.

Penguatan jaringan pemasaran juga menjadi faktor penting dalam memperbesar penetrasi produk lokal. Kerja sama Oneject dengan Kimia Farma Trading & Distribution membuka ruang sinergi dalam pengembangan bisnis dan distribusi alat kesehatan. Dukungan jaringan distribusi yang luas dapat membantu mempertemukan produsen dengan kebutuhan rumah sakit, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Di tingkat nasional, pengembangan industri alat kesehatan masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan terhadap sejumlah komponen dan bahan baku, kebutuhan investasi penelitian, serta persaingan harga dengan produk impor. Selain itu, perusahaan manufaktur harus mampu menjaga kesinambungan inovasi agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi medis global.

Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem industri yang mendukung pertumbuhan produsen lokal. Kebijakan penguatan penggunaan produk dalam negeri, peningkatan kemitraan penelitian, serta kemudahan akses pasar dapat menjadi pendorong bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya.

Keberhasilan penguatan industri medis juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga penelitian, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut diperlukan agar inovasi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan fasilitas kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui diversifikasi produk, pemanfaatan teknologi modern, dan penguatan kemitraan strategis, Oneject berpeluang memperbesar kontribusinya dalam pembangunan industri alat kesehatan nasional. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri medis global.

Dengan demikian, pengembangan teknologi kesehatan buatan Indonesia menjadi bagian penting dari transformasi industri nasional. Kemandirian alat kesehatan bukan sekadar persoalan menggantikan produk impor, melainkan membangun kemampuan riset, inovasi, produksi, dan distribusi yang mampu menopang kebutuhan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.(arfi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *