JAKARTA , majalahCEO.co.id — Perjalanan karier Komjen Pol Dedi Prasetyo memasuki babak baru. Setelah sebelumnya dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Dedi kini mendapat mandat memimpin Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Presiden Prabowo Subianto melantik Dedi Prasetyo sebagai Kepala BRAN di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 105P Tahun 2026 yang ditandatangani pada 30 September 2026.
Peralihan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinan Dedi. Sebelum menjadi Kepala BRAN, ia menjabat sebagai Wakapolri sejak 2025. Sebelumnya, Dedi juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri, termasuk Inspektur Pengawasan Umum Polri dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri.
Kini, pengalaman tersebut dibawa ke ranah reforma agraria. Tantangan pertama Dedi adalah membangun struktur organisasi BRAN sekaligus menyiapkan jajaran yang akan menjalankan lembaga tersebut.
Dedi mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk melakukan asesmen terhadap calon pejabat yang akan mengisi struktur BRAN.
Struktur awal BRAN direncanakan terdiri atas dua wakil kepala, satu sekretaris utama, dan empat deputi. Setelah struktur terbentuk, Dedi bersama jajaran akan menyusun rencana kegiatan hingga akhir 2026 sekaligus mempersiapkan program kerja untuk 2027.
Bagi Dedi, perpindahan dari pucuk pimpinan di institusi kepolisian ke lembaga yang menangani reforma agraria bukan sekadar pergantian jabatan. Peran tersebut membawa mandat baru dalam membangun organisasi dan mengoordinasikan kebijakan terkait persoalan agraria.
“Saya ucapkan terima kasih juga kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan kepercayaan, amanah, saya sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional,” ujar Dedi usai pelantikan.
Dari sisi perjalanan karier, penunjukan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman kepemimpinan di satu institusi dapat berlanjut ke ruang tugas pemerintahan yang berbeda. Kini, Dedi Prasetyo menghadapi fase baru: membangun BRAN sebagai organisasi sekaligus menerjemahkan mandat reforma agraria ke dalam agenda kerja yang konkret. (andif)












