Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Ruang Kelas, 45 Ribu Anak Berpeluang Mengubah Masa Depan

JAKARTA, majalahCEO.co.id. Pendidikan dapat menjadi titik balik bagi anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi. Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah membuka kesempatan bagi lebih dari 45 ribu anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan, sekaligus memperluas peluang mereka membangun masa depan yang berbeda dari kondisi yang dialami keluarganya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah dibangun. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Teddy mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Teddy melihat langsung aktivitas siswa, fasilitas sekolah, serta peran guru dan wali asrama dalam mendampingi kehidupan sehari-hari para peserta didik.

Menurut Teddy, keberadaan tenaga pendidik yang memberikan perhatian secara berkelanjutan menjadi bagian penting dari lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.

Dari keterbatasan menuju cita-cita

Salah satu kisah yang disampaikan Teddy adalah tentang Al Tariq, seorang siswa yang kehilangan kedua orang tuanya sejak berusia tiga tahun. Kini, melalui Sekolah Rakyat, ia memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki cita-cita menjadi dokter spesialis.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa akses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di kelas. Bagi anak yang menghadapi kerentanan sosial dan ekonomi, kesempatan bersekolah juga dapat menjadi jalan untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan merancang masa depan.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya menghadapi hambatan untuk mengakses pendidikan. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah sekolah yang dibangun atau siswa yang diterima.

Tantangan berikutnya: memastikan anak bertahan hingga lulus

Data yang dihimpun detikNews menunjukkan bahwa dari peserta yang terdata dalam program Sekolah Rakyat, sebanyak 429 anak dijangkau secara langsung dari jalanan, terutama di wilayah Jabodetabek. Angka ini perlu dibedakan dari total siswa program yang mencakup kelompok anak dari keluarga kurang mampu dengan kondisi yang beragam.

Perbedaan tersebut penting agar capaian program dipahami secara akurat. Puluhan ribu siswa yang memperoleh akses pendidikan tidak seluruhnya merupakan anak yang sebelumnya hidup di jalanan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap anak dapat mengikuti pembelajaran secara konsisten, menyelesaikan pendidikan, dan memiliki keterampilan yang relevan untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja.

Ketersediaan fasilitas, kualitas pengajaran, pendampingan psikososial, serta dukungan bagi keluarga menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program. Evaluasi berkala juga dibutuhkan untuk mengetahui apakah kesempatan bersekolah benar-benar menghasilkan peningkatan kemampuan dan peluang hidup bagi para siswa.

Mengukur dampak, bukan hanya jumlah bangunan

Sekolah Rakyat berpotensi menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi apabila akses pendidikan diikuti dengan kualitas pembelajaran dan dukungan yang memadai.

Untuk menilai dampak jangka panjangnya, indikator seperti tingkat kehadiran, angka kelulusan, kemampuan literasi dan numerasi, keberlanjutan pendidikan, serta kesiapan kerja lulusan perlu mendapat perhatian.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya berapa banyak sekolah yang beroperasi atau anak yang masuk, melainkan berapa banyak siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.

Bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan, kesempatan belajar merupakan langkah awal. Pekerjaan selanjutnya adalah memastikan kesempatan itu berkembang menjadi kemampuan, kemandirian, dan masa depan yang lebih terbuka. (andif)

Sumber : presidenri.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *