India, Majalah CEO. Dari Diskriminasi hingga Sukses Berbisnis, Srikanth Bolla Buktikan Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Meraih Kesuksesan. Kisah Srikanth Bolla menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak harus menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan. Meski terlahir sebagai penyandang tunanetra dan pernah menghadapi diskriminasi sejak kecil, pria asal India ini berhasil membangun perusahaan yang nilainya diperkirakan mencapai £48 juta atau sekitar Rp932 miliar, berdasarkan laporan BBC News Indonesia pada 25 Januari 2022.
Bolla merupakan pendiri Bollant Industries, perusahaan yang bergerak di bidang produksi kemasan ramah lingkungan. Perjalanannya menuju kesuksesan tidak berlangsung mudah. Ia harus menghadapi penolakan masyarakat, hambatan pendidikan, hingga pandangan negatif yang meragukan kemampuannya.
Berjuang Mendapatkan Hak Pendidikan
Lahir dari keluarga sederhana di India, Bolla menghadapi stigma sosial akibat kondisi penglihatannya. Bahkan, keluarganya pernah menerima saran kejam dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kemampuannya untuk hidup mandiri.
Namun, dukungan orang tua menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Ia kemudian bersekolah di lembaga pendidikan bagi penyandang tunanetra dan mulai mengembangkan kemampuan akademiknya.
Tantangan besar muncul ketika ia ingin mempelajari matematika dan sains di tingkat sekolah menengah atas. Saat itu, sekolahnya menyatakan bahwa siswa tunanetra tidak diperbolehkan mengambil mata pelajaran tersebut karena aturan pendidikan yang berlaku.
Bolla tidak menyerah. Dengan dukungan gurunya, Swarnalatha Takkilapati, ia menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan haknya memperoleh pendidikan yang setara.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Pengadilan Tinggi Andhra Pradesh memutuskan bahwa siswa tunanetra dapat mempelajari matematika dan sains di sekolah-sekolah negeri di wilayah tersebut.
Menembus MIT dan Memilih Kembali ke India
Setelah memenangkan perjuangan di bidang pendidikan, Bolla menunjukkan prestasi akademik yang mengesankan. Ia meraih nilai rata-rata sekitar 98% dalam ujian sekolahnya.
Meski menghadapi penolakan dari sejumlah lembaga persiapan ujian masuk perguruan tinggi di India, ia tidak menghentikan langkahnya. Bolla kemudian mendaftar ke beberapa universitas di Amerika Serikat dan memperoleh lima tawaran penerimaan.
Ia memilih Massachusetts Institute of Technology (MIT), salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di dunia. Di sana, ia mempelajari ilmu manajemen dan mendapatkan pengalaman yang memperluas pandangannya tentang pendidikan, bisnis, serta pemberdayaan penyandang disabilitas.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Bolla memilih kembali ke India. Ia melihat bahwa perjuangan memperoleh pendidikan yang setara belum cukup apabila penyandang disabilitas tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Dari pemikiran tersebut, lahirlah gagasan untuk membangun perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi kelompok yang kerap terpinggirkan.
Membangun Bisnis Ramah Lingkungan dan Inklusif
Pada 2012, Bolla mendirikan Bollant Industries di Hyderabad, India. Perusahaan tersebut memproduksi berbagai produk kemasan ramah lingkungan, termasuk kemasan berbahan serat alami dari daun pinang yang gugur.
Selain mengembangkan bisnis berkelanjutan, perusahaan ini memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas dan orang-orang dengan kondisi kesehatan mental.
Menurut laporan BBC pada Januari 2022, sebelum pandemi, sekitar 36% dari total 500 karyawan Bollant Industries merupakan penyandang disabilitas. Angka tersebut menunjukkan bahwa prinsip inklusivitas dapat diterapkan dalam kegiatan bisnis secara nyata.
Pada 2021, Bolla juga masuk dalam daftar Young Global Leaders yang dikaitkan dengan Forum Ekonomi Dunia. Pencapaian ini memperkuat pengakuan terhadap kiprahnya sebagai pengusaha muda yang menggabungkan inovasi bisnis dengan dampak sosial.
Kesuksesan yang Melampaui Angka Valuasi
Kisah Bolla memberikan pelajaran penting bagi dunia usaha. Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, akses terhadap pendidikan, atau kondisi fisik seseorang, tetapi juga oleh kemampuan menghadapi hambatan, menemukan peluang, dan membangun solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bollant Industries memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas komersial. Dengan menyediakan lapangan kerja yang lebih inklusif, perusahaan dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperluas kesempatan bagi kelompok yang selama ini menghadapi diskriminasi.
Kisah hidupnya juga diumumkan akan diangkat ke layar lebar Bollywood, dengan aktor Rajkummar Rao sebagai pemeran utama, sebagaimana diberitakan BBC pada 2022.
Perjalanan Srikanth Bolla mengingatkan dunia bahwa keterbatasan seseorang tidak seharusnya ditentukan oleh penilaian orang lain. Melalui pendidikan, kegigihan, dan keberanian membangun usaha, ia mengubah pengalaman diskriminasi menjadi dorongan untuk menciptakan peluang bagi dirinya sendiri dan orang lain. (andif)
Sumber: BBC News






