JAKARTA, MajalahCEO.co.id – Pergantian kepemimpinan di perusahaan keluarga tidak hanya menyangkut siapa yang menduduki kursi tertinggi, tetapi juga bagaimana bisnis yang dibangun selama puluhan tahun mampu beradaptasi menghadapi perubahan pasar. Situasi inilah yang kini menjadi perhatian di Berjaya Corporation, konglomerasi asal Malaysia yang dipimpin Nerine Tan Sheik Ping.
Pada 5 Februari 2026, Nerine resmi menjadi CEO tunggal Berjaya Corporation setelah CEO bersama sebelumnya, Vivienne Cheng Chi Fan, pensiun. Penunjukan ini mempertegas peran Nerine dalam mengarahkan perjalanan bisnis grup yang memiliki portofolio di berbagai sektor, mulai dari ritel, perhotelan, properti hingga jasa. Sumber: The Edge Malaysia
Perhatian terhadap sosok Nerine semakin meningkat setelah majalah Fortune memasukkannya ke dalam daftar Most Powerful Women Asia 2026, pada posisi ke-91. Pengakuan tersebut datang pada tahun yang sama ketika ia memegang kendali eksekutif tunggal di perusahaan yang didirikan ayahnya, pengusaha Malaysia Vincent Tan. Sumber: Fortune
Pengalaman Operasional Sebelum Memimpin Grup
Perjalanan Nerine menuju pucuk pimpinan tidak dimulai dari ruang rapat direksi semata. Ia merupakan lulusan London School of Economics dengan gelar Bachelor of Science di bidang Manajemen dan telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang penjualan, pemasaran, operasional, serta pengembangan bisnis.
Kariernya mencakup sejumlah unit usaha dalam ekosistem Berjaya. Ia mengawali kiprahnya melalui Cosway, kemudian terlibat dalam bisnis perhotelan Berjaya Hotels & Resorts. Pada Februari 2007, ia mulai menjalankan tanggung jawab di bidang penjualan dan pemasaran Sports Toto Malaysia, sebelum diangkat menjadi direktur eksekutif pada 2010.
Pengalaman di berbagai lini tersebut memberinya paparan terhadap karakter bisnis yang berbeda. Ritel berhadapan dengan perubahan perilaku konsumen, perhotelan bergantung pada dinamika perjalanan dan pariwisata, sementara bisnis lotere beroperasi di tengah persaingan serta ketentuan regulasi yang ketat.
Dalam profil resminya, Berjaya menyebut Nerine berperan dalam mengarahkan strategi penjualan Sports Toto serta menghadapi tantangan operasional, termasuk periode pandemi COVID-19. Ia juga pernah terlibat dalam upaya pemulihan operasional Berjaya Times Square.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejak profesionalnya sebelum memegang tanggung jawab yang lebih luas di tingkat grup. Sumber: Berjaya Corporation
Tantangan Memimpin Bisnis dengan Karakter Berbeda
Menjadi CEO tunggal perusahaan dengan portofolio bisnis yang beragam menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan memimpin satu perusahaan operasional.
Setiap unit usaha memiliki kebutuhan modal, profil risiko, tingkat persaingan, dan peluang pertumbuhan yang tidak selalu sama. Karena itu, salah satu tantangan strategis bagi Nerine adalah memastikan setiap lini bisnis memiliki arah yang jelas sekaligus berkontribusi terhadap kinerja grup secara keseluruhan.
Dalam konteks ini, pengalaman operasional menjadi modal penting. Namun, kepemimpinan pada tingkat konglomerasi juga menuntut kemampuan menentukan prioritas investasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta menjaga ketahanan perusahaan menghadapi perubahan ekonomi.
Profil resmi Berjaya menyebut fokus Nerine mencakup penguatan bisnis inti dan peningkatan ketahanan operasional grup. Seberapa efektif strategi tersebut akan terlihat dari perkembangan kinerja perusahaan dan kemampuan masing-masing unit usaha menghadapi tantangan pasar.
Regenerasi Keluarga dan Profesionalisme Perusahaan
Latar belakang keluarga tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Nerine. Ia merupakan putri Vincent Tan, pendiri Berjaya Corporation, yang membangun grup bisnis tersebut menjadi salah satu nama besar dalam dunia usaha Malaysia.
Meski demikian, pembahasan mengenai suksesi perusahaan keluarga tidak cukup berhenti pada hubungan kekerabatan. Keberlanjutan bisnis juga bergantung pada kualitas keputusan, sistem pengawasan, kompetensi manajemen, dan kemampuan perusahaan menciptakan nilai dalam jangka panjang.
Kepemimpinan Nerine karena itu dapat dilihat melalui dua dimensi. Pertama, kesinambungan visi pendiri dalam menjaga dan mengembangkan bisnis. Kedua, kemampuan membawa organisasi dengan banyak lini usaha untuk tetap relevan di tengah perubahan pasar.
Kedua hal tersebut akan menjadi perhatian bagi pemegang saham, karyawan, mitra usaha, dan pelaku pasar yang mengikuti perkembangan Berjaya Corporation.
Pengakuan Fortune dan Pekerjaan yang Masih Berlanjut
Masuknya Nerine dalam daftar Most Powerful Women Asia 2026 memperluas perhatian terhadap kepemimpinannya di tingkat regional. Namun, pengakuan tersebut tidak dengan sendirinya menjadi ukuran keberhasilan bisnis.
Bagi Berjaya Corporation, ukuran yang lebih mendasar tetap terletak pada kemampuan memperkuat operasional, menjaga daya saing, dan menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kepemimpinan baru juga perlu memastikan bahwa strategi di tingkat grup dapat diterjemahkan menjadi kinerja nyata di masing-masing unit usaha.
Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan Nerine Tan: ia memegang kendali sebagai CEO tunggal sekaligus memperoleh pengakuan dari Fortune. Babak berikutnya akan ditentukan oleh bagaimana ia mengelola kompleksitas konglomerasi tersebut, menjaga ketahanan bisnis, dan membangun fondasi pertumbuhan untuk jangka panjang.
Bagi dunia usaha, perjalanan Nerine menawarkan satu pelajaran penting: suksesi kepemimpinan bukan hanya tentang meneruskan warisan, melainkan tentang membuktikan kemampuan menjaga relevansi dan menciptakan nilai baru bagi perusahaan.
Sumber referensi: Fortune Asia, The Edge Malaysia, dan Berjaya Corporation.




