Tetap Kuat, Cadangan Devisa RI Per September 2026 Tembus USD 146,3 Miliar

Foto ilustrasi istimewa

JAKARTA, MAJALAHCEO.co – Bank Indonesia (BI) resmi merilis data terbaru mengenai posisi cadangan devisa Indonesia untuk periode akhir September 2026. Sektor eksternal Indonesia dinilai tetap menunjukkan daya tahan yang solid di tengah fluktuasi geopolitik dan dinamika pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda.

Berdasarkan laporan otoritas moneter, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar USD 146,3 miliar. Posisi ini merefleksikan kondisi yang stabil dan terjaga kuat, meskipun mengalami penyesuaian minor sebesar USD 0,2 miliar jika disandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2026 yang sempat menyentuh angka USD 146,5 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Denny Ramdan Prakoso, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pergerakan angka cadangan devisa pada bulan ke-sembilan ini didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global.

“Perkembangan posisi cadangan devisa pada September 2026 ini terutama dipengaruhi oleh aktivitas penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta adanya aliran penerimaan yang konsisten dari sektor pajak dan pembiayaan jasa,” ungkap Denny.

Intervensi Pasar dan Pembayaran Utang Luar Negeri

Di sisi lain, terdapat faktor penyerapan devisa yang berorientasi pada pemenuhan kewajiban dan stabilisasi jangka panjang. Penurunan tipis posisi cadangan devisa tersebut di antaranya bersumber dari pembayaran utang luar negeri pemerintah yang telah jatuh tempo pada periode berjalan.

Selain itu, Bank Indonesia juga secara aktif memanfaatkan instrumen devisa untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah di pasar valuta asing. Langkah preventif dan intervensi terukur ini menjadi krusial guna meredam dampak volatilitas tinggi yang dipicu oleh sentimen pasar keuangan global, termasuk kebijakan suku bunga negara-negara maju yang masih dinamis.

Fundamental Kokoh di Atas Standar Internasional

Kendati menghadapi tantangan likuiditas global, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini diklaim berada pada level yang jauh lebih dari cukup. Data statistik menunjukkan bahwa aset aman negara ini setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor, atau setara dengan pembiayaan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Rasio kecukupan ini terbukti berdiri kokoh jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya menyepakati batas aman minimal sebesar 3 bulan impor. Penilaian ini menjadi bukti valid bahwa Indonesia memiliki bantalan finansial (financial buffer) yang tebal untuk menangkis potensi guncangan eksternal (external shocks).

Optimisme Aliran Modal Asing Menuju Akhir Tahun

Menatap prospek triwulan keempat 2026, Bank Indonesia menyuarakan optimisme tinggi bahwa ketahanan sektor eksternal akan terus berada dalam koridor yang sehat. Ekspektasi positif ini didukung oleh terjaganya stabilitas makroekonomi domestik serta imbal hasil aset keuangan dalam negeri yang tetap menawarkan daya tarik kompetitif bagi para investor global.

Keyakinan pelaku pasar terhadap kebijakan ekonomi nasional diperkirakan akan memicu berlanjutnya arus masuk modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan domestik. Hal ini otomatis akan menjadi tambahan amunisi struktural untuk memperkuat cadangan devisa ke depan.

Sebagai langkah strategis lanjutan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mempererat koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah. Kolaborasi lintas otoritas ini difokuskan pada penguatan ketahanan sektor eksternal, optimalisasi instrumen penempatan devisa hasil ekspor (DHE), serta menjaga stabilitas makroekonomi demi mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

[Jgd/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *