27,23 Juta Rekening Baru Dibuka! OJK Perluas Akses Keuangan, UMKM hingga Masyarakat Pelosok Jadi Sasaran

BANDUNG, Majalah CEO. Upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal menunjukkan capaian signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 27,23 juta rekening dan akun keuangan baru berhasil dibuka sepanjang pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya jangkauan layanan industri jasa keuangan sekaligus memperlihatkan besarnya potensi masyarakat Indonesia dalam mengakses sistem keuangan formal.

Sepanjang Oktober 2026, OJK bersama industri jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan telah menyelenggarakan 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Dari total capaian tersebut, pembukaan rekening dan akun keuangan tersebar di berbagai sektor, yakni 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun fintech.

Angka tersebut menunjukkan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak hanya bertumpu pada sektor perbankan, tetapi juga mencakup pasar modal, asuransi, pembiayaan, pegadaian, hingga layanan keuangan berbasis teknologi.

Kepercayaan Menjadi Kunci Industri Keuangan

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyampaikan capaian tersebut dalam acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026).

Menurut Dicky, perluasan akses keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

“Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,” kata Dicky.

Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan industri jasa keuangan. Karena itu, pelaku industri dituntut menghadirkan produk dan layanan yang transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

OJK juga mendorong agar program literasi dan inklusi keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening semata, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keuangan keluarga.

UMKM dan Masyarakat Daerah Jadi Prioritas

Salah satu fokus penting BIK 2026 adalah pemerataan akses keuangan bagi kelompok masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan keuangan formal.

Program tersebut menyasar masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), perempuan, pelajar, pemuda, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, petani, nelayan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat perdesaan.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menjelaskan, kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Di Jawa Barat, OJK menyelenggarakan 15 kegiatan edukasi keuangan bagi UMKM di wilayah Bogor, Bekasi, dan Purwakarta dengan total peserta mencapai 4.500 pelaku usaha.

Materi edukasi diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola arus kas, menyusun pencatatan keuangan, serta mengakses pembiayaan secara bijak.

Langkah ini penting karena kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu fondasi bagi keberlanjutan dan pengembangan usaha kecil.

Inklusi Keuangan Harus Diikuti Kemampuan Mengelola Uang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan pentingnya kecakapan masyarakat dalam mengelola keuangan.

Ia mengajak masyarakat untuk cerdas memperoleh uang, cerdas membelanjakan uang, dan cerdas menyimpan uang.

Masyarakat juga didorong mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, menghindari perilaku konsumtif, serta tidak menggunakan pinjaman di luar kemampuan finansial.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin luasnya pilihan produk keuangan, termasuk layanan digital yang menawarkan kemudahan transaksi dan pembiayaan.

FinExpo 2026 Hadirkan Akses Informasi Keuangan

Sebagai bagian dari rangkaian BIK 2026, OJK menggelar Financial Expo (FinExpo) pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Trans Studio Mall Bandung.

Kegiatan ini menghadirkan pameran produk dan layanan dari berbagai pelaku usaha jasa keuangan serta UMKM. Pengunjung juga dapat mengikuti gelar wicara, lokakarya, kompetisi, dan berbagai kegiatan edukatif.

Melalui FinExpo, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memahami manfaat, risiko, biaya, serta hak dan kewajiban sebelum menggunakan produk jasa keuangan.

OJK berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan dapat terus diperkuat untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkualitas.

Dengan capaian 27,23 juta rekening dan akun baru, tantangan berikutnya bukan hanya memperluas jumlah pengguna layanan keuangan, tetapi memastikan masyarakat mampu memanfaatkannya secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, keberhasilan inklusi keuangan bukan sekadar berapa banyak rekening yang dibuka, melainkan seberapa besar akses tersebut mampu mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia. (andif)

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Siaran Pers SP 207/DKPU/OJK/X/2026, 30 Oktober 2026.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *