JAKARTA, Majalah CEO — Arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia tercatat positif sebesar Rp131 triliun sepanjang 1 Januari hingga 7 Oktober 2026. Aliran dana melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan surat berharga Bank Indonesia tersebut menjadi sinyal minat investor terhadap instrumen keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan angka tersebut dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia menilai masuknya dana asing mencerminkan kepercayaan terhadap kredibilitas instrumen keuangan Indonesia dan pengelolaan ekonomi nasional.
Meski demikian, arus modal masuk tidak terlepas dari dinamika suku bunga global. Perbedaan imbal hasil antara Indonesia dan negara maju, terutama Amerika Serikat, dapat memengaruhi keputusan investor dalam menentukan tujuan penempatan dana.
Bagi pasar domestik, aliran modal asing berpotensi mendukung permintaan terhadap surat utang, memperluas sumber pembiayaan pemerintah, serta membantu menjaga likuiditas pasar keuangan. Namun, perubahan sentimen global juga dapat memicu keluarnya dana dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah maupun imbal hasil obligasi.
Karena itu, keberlanjutan arus modal asing tidak hanya bergantung pada daya tarik imbal hasil, tetapi juga pada stabilitas makroekonomi, kredibilitas kebijakan fiskal, dan konsistensi kebijakan moneter.
Masuknya dana sebesar Rp131 triliun menjadi perkembangan positif bagi pasar keuangan Indonesia. Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan investor agar arus modal tetap berkelanjutan dan mampu mendukung pembiayaan ekonomi tanpa meningkatkan kerentanan terhadap gejolak eksternal. (andif)
Sumber: detikFinance, berdasarkan paparan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Investor Daily Summit, 8 Oktober 2026.












