Catatan Risdiana Wiryatni *)
Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember menjadi momen refleksi untuk kembali mengingat peran seorang ibu dalam kehidupan.
Sejak masa kanak-kanak hingga dewasa, ibu hadir sebagai sosok pelindung, pendengar setia, sekaligus tempat pulang yang paling aman. Dalam diam, ibu kerap menjadi penopang utama keluarga, memberikan cinta tanpa syarat dan doa yang tak pernah terputus.
Peringatan Hari Ibu juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan gender. Dukungan terhadap pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Hari Ibu harus menjadi momentum untuk lebih menghargai peran perempuan dalam mencetak generasi yang dapat membawa perubahan positif bagi bangsa ini.
Namun semakin hari makna hari Ibu semakin meluas, dan masyarakat memperingatinya sebagai penghargaan jasa Ibu yang sudah membesarkan anak-anaknya dari yang tidak berdaya menjadi berdaya. Sehingga kebanyakan masyarakat terutama generasi milenial memperingatinya dengan cara berswafoto bersama ibunya lalu di posting ke media sosial sebagai bentuk penghargaanya selama ini.
Dalam Islam sendiri, kedudukan seorang Ibu memperoleh kedudukan yang tinggi. Bagaimana Rasulullah mengajarkan kepada ummatnya untuk memuliakan Ibu, bahkan mewajibkan menghormati Ibu terlebih dahulu sebelum kepada Ayah.
Dalam konteks berbangsa dan bernegara, peran ibu sangat fundamental; ibu adalah pendidik karakter pertama, menanamkan nilai moral, disiplin, dan kasih sayang yang membentuk warga negara baik, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat, bahkan di sektor sosial dan politik, menjadikan ibu sebagai pilar utama dalam mewujudkan bangsa yang kuat, beradab, dan sejahtera menuju visi masa depan bangsa.
Perempuan memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan bangsa menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi.
Pemberdayaan perempuan dan penguatan peran ibu adalah investasi kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, mencetak SDM berkualitas.
Melalui Hari Ibu 2025, diharapkan tumbuh komitmen bersama untuk menciptakan ruang yang aman, setara, dan inklusif bagi perempuan. Peringatan ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran dan kontribusi perempuan Indonesia.
Perempuan [Ibu] memiliki potensi yang strategis dalam meningkatkan peran sertanya dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan. Selain peran itu dapat diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia, juga dalam ketahanan keluarga dan kualitas keluarga. Maka perempuan sangat penting dalam kemajuan bangsa.
Perempuan [Ibu] bisa menjadi aktor strategis di dalam pembangunan. Tidak hanya pembangunandi desa-desa, tetapi juga pembangunan secara nasional yang dapat mengubah kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera
Perempuan [Ibu] memiliki potensi yang strategis dalam meningkatkan peran sertanya dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan. Selain peran itu dapat diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia, juga dalam ketahanan keluarga dan kualitas keluarga. Maka perempuan sangat penting dalam kemajuan bangsa.
Perempuan tidak boleh takut berkarier, bahkan menjadi pimpinan baik dalam suatu kelompok, perusahaan, maupun pemerintahan. Stigma gender yang negatif terhadap perempuan saat ini sudah terkikis seiring pengetahuan masyarakat tentang perempuan. Perempuan tidak berbeda layaknya laki-laki yang memiliki potensi serta kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selamat Hari Ibu, khususnya kepada para Ibu di seluruh Tanah Air kita. Di era sekarang ini, Perempuan berperan penting dalam pembangunan bangsa, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
Depok, 22 Desember 2025
Risdiana Wiryatni, CEO Kinerja Group








