TEI 2026 Tembus US$22,94 Miliar, Tantangan Berikutnya Memastikan UMKM Tembus Pasar Global

JAKARTA, Majalah CEO (19/10). Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 mencatat potensi transaksi sebesar US$22,94 miliar atau sekitar Rp414 triliun. Capaian tersebut melampaui target resmi sebesar US$17,5 miliar, sekaligus menunjukkan besarnya peluang produk Indonesia untuk memperluas pasar ke tingkat internasional. Namun, di balik pencapaian itu, tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan dagang benar-benar terealisasi menjadi ekspor.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan, pameran perdagangan internasional tersebut menghasilkan 426 nota kesepahaman (MoU) dengan melibatkan pembeli dari berbagai negara. TEI 2026 juga diikuti 1.873 peserta pameran dan menarik 9.600 pembeli dari 151 negara.

Salah satu hal yang menarik adalah kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang mencatat potensi transaksi sebesar US$510,79 juta. Angka ini memperlihatkan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar, membangun kemitraan internasional, dan meningkatkan daya saing produk.

India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang tercatat sebagai negara dengan nilai transaksi terbesar. Pasar-pasar tersebut dapat menjadi peluang strategis bagi eksportir Indonesia untuk memperluas distribusi produk, mulai dari makanan dan minuman hingga produk pertanian, kayu, dan manufaktur.

Meski demikian, besarnya nilai transaksi belum otomatis mencerminkan nilai ekspor yang telah terealisasi. Kesepakatan yang terjalin selama pameran masih membutuhkan tindak lanjut berupa pemenuhan standar kualitas, kepastian pasokan, negosiasi kontrak, serta pengiriman barang sesuai permintaan pembeli.

Bagi UMKM, tantangan tersebut menjadi semakin penting. Akses ke pembeli internasional perlu diikuti kemampuan menjaga konsistensi produksi, memenuhi persyaratan ekspor, serta membangun kepercayaan pasar dalam jangka panjang. Dukungan pembiayaan, pendampingan ekspor, dan akses logistik juga dapat menentukan keberhasilan pelaku usaha dalam mengubah peluang menjadi transaksi nyata.

Dengan capaian tersebut, TEI 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk Indonesia, tetapi juga ujian bagi keberlanjutan perdagangan nasional. Keberhasilan pameran pada akhirnya akan semakin bermakna apabila nilai kesepakatan mampu diwujudkan menjadi peningkatan ekspor, perluasan pasar, dan pertumbuhan usaha yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. (andif)

Sumber: Kementerian Perdagangan RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *