MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Pengusaha Garibaldi “Boy” Thohir menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara Indonesia dan China untuk menghadapi tantangan ekonomi global akibat kebijakan Donald Trump sebagai Presiden AS ke-47.
Dalam pernyataannya, ia mendorong kolaborasi konkret antara kedua negara, terutama dalam mendukung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Thohir menyoroti bahwa di tengah ketidakpastian global, khususnya dengan kebijakan tarif impor tinggi Trump terhadap China (yang dilaporkan mencapai 125% hingga 245%), kerja sama antarnegara menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Kadin Indonesia-China juga sedang menjajaki kemitraan strategis untuk mendukung inisiatif ini.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Indonesia–China Business Reception di Jakarta, Sabtu (24/5/2025), yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang.
“Hadirin yang saya banggakan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan kerja sama antarnegaralah yang menjadi semakin penting. Indonesia dan Tiongkok perlu bersama-sama mendorong kolaborasi nyata guna menjaga kelancaran perdagangan dan investasi bagi kedua negara,” ujar Garibaldi Thohir.
Tiongkok, kata Boy Thohir, saat ini memiliki posisi sebagai pemimpin global di sektor infrastruktur, manufaktur, teknologi, dan energi terbarukan.
Dalam konteks tersebut, kata dia, kerja sama Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat berkontribusi terhadap tujuan pembangunan jangka panjang kedua negara.
Dia menambahkan, Kadin Indonesia Komite Tiongkok yang didukung oleh Kadin Indonesia Pusat, akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan kelanjutan dan penguatan hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok.
“Kami mendorong meningkatnya minat investor untuk berinvestasi lebih banyak lagi di Indonesia,” tutupnya.
[jagad]












