MAJALAHCEO.co.id, Singkawang Kalbar – Perguruan Tinggi Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang, ajukan permohonan kerjasama dengan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang. Kerjasama tersebut dituangkan dalam bentuk MoU. Realisasinya, berlangsung Selasa sore (23/04/2024) di ruang Kesekretariatan Rumah Melayu Balai Serumpun Kota Singkawang.
Permohonan kerjasama itu sendiri, telah disampaikan ISBI Singkawang secara tersurat kepada Ketua DPD MABM Kota Singkawang pada tanggal 16 April 2024. Dan baru direalisasikan, pada Selasa sore hari ini.
Hadir langsung pada realisasi MoU itu, Rektor ISBI Singkawang Eka Murdani S.S.,MP.Fis beserta jajaran dan Ketua DPD MABM Kota Singkawang H. Asmadi, S.Pd.M.Si bersama beberapa jajaran pengurus.
“Nanti sore (hari ini), ISBI Singkawang akan melakukan MoU dengan DPD MABM Kota Singkawang di Rumah Melayu ,” kata Asmadi, Selasa pagi. Singkat memberitahukan kepada Strateginews.id.
Selain MoU dengan ISBI Singkawang. Asmadi mengungkapkan, DPD MABM Kota Singkawang melaunching buku ” Melayu Ada Karena Karya “. Merupakan karya yang dihasilkan DPD MABM Kota Singkawang masa bhakti 2022-2027, dalam setahun masa berjalannya kepengurusan (2022-2023).
Karya buku tersebut, kata Asmadi telah didaftarkan ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementrian Hukum dan HAM RI, untuk mendapatkan sertifikat pencatatan hak cipta oleh negara RI.
Sedangkan MoU dengan ISBI Singkawang, ucap Asmadi, merupakan tindak lanjut program kerja DPD MABM Kota Singkawang yakni pemajuan dan pelestarian budaya melayu. Mewujudkan hal tersebut, kata dia, memang harus berkolaborasi dengan lembaga lembaga pendidikan.
“Dan Alhamdulillah hari ini kita mengadakan MoU dengan perguruan tinggi ISBI. Mudah mudahan dari pengembangan dan kerjasama ini, kita harapkan kedepan, semakin maju. Dan mudahan mudahan juga (berawal dari MoU), kita bisa merancang dari konten adat tradisi melayu yang cocok untuk go provinsi, go nasional dan go internasional, yang bisa dijadikan sebagai ivent. Apakah misalnya lomba saprahan, tepung tawar, bepappas, betangas ataupun tradisi potong rambut, merias pengantin dan lain lain sebagainya yang perlu kita sampaikan, ” kata Asmadi yang juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan ini, menerangkan.
Satu hal juga yang paling penting disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang dan puak puak Melayu. Kata Asmadi, bahwa hari ini bertepatan dengan hari kekayaan intelektual dunia tahun 2024. DPD MABM Singkawang berhasil mendaftarkan buku karya berjudul Melayu Ada Karena Karya ke Kemenkumham. Karya itu, jelasnya, merupakan catatan dan jejak rekam apa saja yang telah diperbuat MABM Singkawang selama setahun (2022 sampai 2023).
“Pada buku itu, kita tampilkan beberapa adat tradisi. Misalnya adat tradisi tepung tawar, bepappas, dan lain lain sebagainya. Saya yakin buku itu masih jauh (dari sempurna) kekurangan kekurangan mungkin karena keterbatasan literasi litetasi yang kami miliki, penulis miliki. Oleh karena itu kritik dan saran untuk kesempurnaan buku tersebut, sangat kami harapkan. Itu kami lakukan (membuat buku) agar adat tradisi kita melayu, terbukukan, terpelihara sehingga menjadi acuan, pegangan anak cucu kita. Maupun untuk siapapun orang Indonesia yang ingin belajar masalah Budaya Melayu, ” harap Asmadi.
Terkait dengan perguruan tinggi, Eka Murdani selaku rektor ISBi Singkawang menjelaskan, pada perguruan tinggi di dalamnya ada prodi prodi (program studi) dan di dalam prodi ada kurikulum. Sehingga kurikulum itu harus berjalan sesuai dengan lulusan yang akan dihasilkan. Yang semua itu, kata Eka Murdani, dipayungi oleh visi. Baik visi prodi maupun visi perguruan tinggi. ISBI Singkawang, semua visi prodinya, ungkap dia, berbasis budaya multi etnis.
“Kaitannya dengan MABM, kami ingin memasukan nilai nilai atau unsur unsur budaya di dalam kurikulum yang ada di prodi. Sehingga nantinya tepat sasaran. Bahwa keterlibatan MABM adalah sebagai sentralnya budaya melayu, ” paparnya.
Selain dengan MABM, dalam hal menerapkan prodi yang berbasis budaya. ISBI juga, akan melakukan kerjasama dengan suku atau etnis lainnya, sebagai sentral budaya. Dalam memenuhi kebutuhan kurikulum pada prodi berbasis budaya di ISBI Singkawang.
Saat ini, kurikulum berbasis budaya pada prodi di ISBI Singkawang sudah mulai diterapkan. Eka Murdani menyebutkan prodi matematika, yang disebut etnomatematik, fisika prodi etnosains dan prodi bahasa dan sastra.
Prodi prodi tersebut dikemukannya saat MoU, lantaran usulan hibah yang sedang disusun ISBI. Dan MoU dengan MABM adalah merupakan tahapan usulan tersebut.
“Terlepas diterima atau tidaknya usulan hibah nanti, kerjasama untuk tujuan prodi berbasis budaya, terus berlanjut dengan MABM. Lagi pula wujud kerjasama dengan MABM saat ini, bukanlah untuk pertama kalinya , ” kata Eka Murdani.
(Ibnu Azan)












