Hadapi Era Globalisasi, Syarifuddin Hafid: Nilai-nilai Kebhinekaan Harus Diperkuat Kembali

H. Syarifuddin Hafid, SH

MAJALAHCEO.co.id, Palu – Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi saat ini,  telah berpengaruh terhadap realisasi kesantunan, etika dan moral generasi muda. Merosotnya nilai-nilai moral terlihat dengan berbagai tindakan aksi kekerasan yang dilakukan remaja yang notabene masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

Tergerusnya nilai-nilai moral, bila tidak disikapi, akan berdampak buruk terhadap eksistensi perjalanan bangsa ini ke depan.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali H. Syarifuddin Hafid kepada strategi network, Jumat [9/8/2024]

Syarifuddin menyebut, tergerusnya nilai-nilai moral generasi muda kita saat ini, karena pudarnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat di era globalisasi.

“ Kita sangat prihatin dengan kondisi remaja kita, dimana nilai-nilai moral sudah tergerus. Hal ini sebagai akibat dari pudarnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, di tengah gempuran globalisasi saat ini. Ini harus menjadi perhatian serius bagaimana kia mensikapi persoalan ini,” kata Syarifuddin

Anggota DPRD Sulawesi Tengah terpilih ini mengatakan, Pancasila sendiri merupakan pegangan untuk semua warga negara Indonesia dalam bertabiat serta berperangai. Dengan adanya pancasila, masyarakat Indonesia dapat memiliki pedoman dalam mengenali serta memecahkan suatu masalah yang berbau politik, sosial, budaya, hukum, dan lain-lain. Maka dari itu, nilai-nilai pancasila bagi masyarakat Indonesia dalam beraktivitas sangatlah penting.

“ Pada era globalisasi ini, nilai-nilai pancasila mulai luntur. keadaan ini bisa diamati dari munculnya beragam macam masalah timbul karena tidak diaplikasikannya nilai-nilai dari pancasila, dan jika tidak segera diatasi mungkin bisa saja nilai-nilai dari pancasila atau makna pancasila itu sendiri akan lenyap,” ungkapnya.

“ Nilai-nilai Pancasila mesti ditumbuhkan sedari dini terhadap setiap masyarakat, penanaman sedari dini ini dapat dilakukan melalui pendidikan di tingkat dasar. Hal ini dilakukan karena, didalam nilai-nilai Pancasila ini tertera cita-cita bangsa Indonesia yang wajib untuk diangkat serta diupayakan. Nilainilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat Indonesia dapat menjalankan kehidupnnya dalam bermasyarakat dengan baik, apalagi Indonesia memiliki keanekaragaman suku, ras, agama, dan tingkat sosial.” Ujarnya.

Syariffudin kembali mencontohkan, di era sebelumnya, pendidikan moral Pancasila begitu kuat, dan diberikan di setiap jenjang pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sehingga, kata dia, perilaku hidup berpancasila betul-betul dijalankan dengan baik.

Syariffudin mengatakan, sejak era reformasi, semua menjadi berubah, kebebasan ditafsirkan secara sempit.

“ Sudah saatnya pendidikan moral pancasila dihidupkan kembali, agar pelajar generasi muda kita  memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila  yang memiliki karakter, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” tuturnya.

Syarifuddin  berharap dengan dihidupkannya kembali pendidikan moral pancasila, akan terbentuk profil generasi muda  Pancasila, berwasasan berkebhinekaan global. memiliki semangat untuk mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas serta berpikiran terbuka dengan budaya lain. Sehingga, kata dia, akan tumbuh rasa saling menghargai antar sesama.

 

[win/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *