E2L Unggul Dalam Survei, Suasana Jelang Pilkada Sulut Memanas

Billy Lombok, Sekretaris Partai Demokrat Sulut. (foto: Istimewa)

MajalahCEO.co.id, Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024 tinggal menghitung hari. Sejumlah partai pun mulai menjagokan kandidatnya masing-masing. Suasana panas ini pun terasa hingga ke aras paling bawah, pemilik hak suara.

Khusus untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara sejumlah nama-nama sudah bermunculan. Sebut saja dari kader beberapa partai besar diantaranya ada nama Steven Kandouw (PDIP), Elly Lasut dari (Demokrat), Tetty Paruntu (Golkar), Victor Mailangkay (NasDem), Conny Rumondor (Gerindra).

Bahkan nama-nama populer non partai pun ikut serta untuk merebut tiket dari Parpol demi mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulut sebut saja Carlo Tewu, Jan Samuel Maringka, Denny Tuejeh, Waranei Franky Mamahit.

Pada beberapa hari yang lalu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA telah mengeluarkan rilis hasil survei.

Dimana Survei ini menunjukkan nama Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Elly Engelbert Lasut (E2L) unggul jauh dari beberapa kandidat bakal calon Gubernur lainnya.

Dari 800 responden dengan metode tatap muka, E2L yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud berhasil meraih dukungan sebesar 40,3 persen.

Sementara di posisi kedua diraih oleh Ketua  DPD Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang juga merupakan Bupati Minsel dua periode, dengan total 12,4 persen.

Diposisi ketiga ada nama Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut dengan meraih 11 persen dan posisi empat ada nama politisi NasDem Tatong Bara yang juga merupakan Mantan Wali Kota Kotamobagu yang meraih 8,3%.

Berdasarkan hasil survei ini menunjukkan E2L mendapat dukungan signifikan dari masyarakat untuk bertarung dalam Pilgub Sulut 2024.

Namun, sebelum ditetapkan sebagai Calon Gubernur, E2L harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk mendapatkan dukungan. Pasalnya, Partai Demokrat hanya memperoleh 6 kursi di DPRD Sulawesi Utara.

Dan kabar terbaru, melalui Sekretaris DPD Partai Demokrat Billy Lombok,SH, mengatakan bahwa saat ini E2L telah mengantongi rekomendasi dari lima partai politik yang memiliki kursi di DPRD Sulawesi Utara.

Menurut mantan Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM ini, Rekomendasi dari partai politik yang ingin berkolaborasi dengan Partai Demokrat akan segera dikeluarkan.

“Iya, benar, akan segera dikeluarkan. Ini akan jadi modal utama untuk ‘menggoyang’ Sulawesi Utara pada pemilihan Gubernur 2024,” ungkap Billy Lombok yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut dan kembali terpilih sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2024 di bulan Februari yang lalu.

Lanjut Billy Lombok, dukungan dari kelima parpol tersebut yakni PKB, Perindo, PSI, NasDem, dan PKS. Dan tiga di antaranya, yaitu PKB, Perindo, dan PSI, sudah mengeluarkan surat permohonan rekomendasi untuk E2L.

“Selain itu, lewat dukungan tersebut, menunjukkan sinergi kuat antara Partai Demokrat dan partai-partai lainnya dalam menghadapi Pilkada 2024 di Sulut. Koalisi besar ini siap mengantarkan E2L ke kursi Gubernur Sulawesi Utara pada Pilkada 2024,” pungkas Bilo sapaan akrabnya.

Adapun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2024 berpotensi terjadi dua atau tiga pasangan calon.

Hal ini disampaikan oleh Wartawan senior Wilson Lumi. “Untuk Pilgub 2024, dari hemat saya, sepertinya akan ada dua atau maksimal tiga pasangan calon. PDIP sudah bisa mengusung Calonnya sendiri. Sementara itu partai-partai lainnya harus berkoalisi untuk mengusung calonnya,” ujar Lumi.

Lanjut Lumi, berdasarkan hasil Pleno KPU Sulut, PDIP saat ini berhasil meraih 19 kursi. Sementara Demokrat, Golkar dan NasDem masing-masing meriah 6 kursi. Kemudian Gerindra 4 kursi dan PSI, PKB, PKS dan Perindo masing-masing 1 kursi.

“Jadi, sudah pasti jatah PDIP fix itu, bisa usung calonnya sendiri karena 19 kursi. Sementara sisanya 26 kursi itu bisa jadi mengusung dua pasangan calon lagi. Maka totalnya ada 3 Paslon. Tapi kemungkinan juga hanya ada dua Paslon saja. Menarik nantinya untuk disimak. Dan semoga Pilkada Sulut berjalan aman dan lancar,” terang Lumi.

Selain itu, Wilson Lumi yang Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) mengingatkan masyarakat Indonesia khususnya teman-teman jurnalis untuk membuat berita yang benar-benar berimbang.

“Untuk teman-teman wartawan semuanya, buatlah berita sesuai data dan fakta. Kita tidak boleh secara terang-terangan mendukung pasangan calon atau jadi tim sukses. Berperanlah sebagai seorang jurnalis sesuai UU Pers dan juga mengacu pada kode etik jurnalis,” kata Wilson yang juga adalah salah satu pendiri Media Koran Cahaya Siang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *