Opini  

Potret Kedewasaan Berpolitik Itu Ada di Dutamas

Oleh : Willy Lesmana Putra

– Executive Director Poetra Nusantara Law Office & Poetra Nusantara Institute

– Alumni Lemhannas RI, Sespim Polri dan Sesko TNI

Ketika sedang memimpin rapat di kantor Poetra Nusantara (BSD-City/10-09-2026) tiba-tiba terdengar gadget saya berbunyi yang memperlihatkan adanya Whatsapp call dari seorang tokoh masyarakat dari Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri, saya sangat mengenal nama yang tertera dilayar ponsel saya, respek dan menaruh hormat dengan beliau sehingga saya mesti izin keluar ruangan untuk dapat mengangkat telepon tersebut, “Assalamu’alaikum, Siap Mo, Perintah Mo?!” begitu saya berkata diujung telepon dan seperti biasa kami berbincang tanpa sekat lebih kurang 12 menit di udara.

Singkat cerita ternyata saya dihubungi intinya untuk diundang pada acara ulang tahun beliau yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 September 2026, pukul 19.30 WIB di kediaman beliau di komplek Duta Mas Kota Batam. Suatu kehormatan bagi saya diundang oleh tokoh senior dari Kepulauan Riau itu.

Sabtu, 12/09/2026 sekira matahari tepat diatas kepala, pesawat plat merah yang saya tumpangi lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Hang Nadim di kota Batam. Saya dijemput oleh kerabat saya yang juga punya kedekatan emosional dengan keluarga tokoh yang berulang tahun tersebut.

Saya dan Kebanyakan Orang Memanggilnya “Romo”

Saya menyapanya dengan sebutan “Romo”, begitu juga dengan kebanyakan masyarakat dan tokoh-tokoh di Batam lainnya, dalam tradisi budaya jawa, sapaan ini digunakan untuk atau sebagai panggilan kepada orangtua atau untuk menghormati orang yang lebih tua, dia adalah mantan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau periode 2010-2015 Prof. Dr. H. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M. yang juga masih mengemban jabatan politik sebagai Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kepulauan Riau hingga saat ini.

Karir politik Romo tidak hanya bermula saat menjadi Wakil Gubernur Kepri, tetapi beliau juga pernah menjabat atau menduduki jabatan antara lain: Wakil Ketua DPRD Kota Batam (periode 2000-2004), Ketua DPRD Kota Batam (periode 2004-2009), Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (periode 2009-2014).

Sejak tahun 1987, Romo sudah menetap di Kota Batam. Lahir di Semarang 12 September 1959 atau tepat 67 tahun yang lalu. Usia yang tidak lagi muda, akan tetapi secara visual kondisi fisik Romo tidak seperti berusia 67 tahun pada umumnya (ini pendapat pribadi saya). Saya memberikan ucapan ulang tahun dan mengatakan “Romo masih terlihat seperti berusia 45 tahun”, dan ternyata ucapan saya ini menjadi perdebatan lucu dilingkaran keluarga Romo. Ada yang setuju tapi tidak sedikit yang resisten atau membantah.

Romo merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Yogyakarta tahun 1987, melanjutkan pendidikannya ke jenjang Pasca Sarjana Magister Hukum (S2) di Institute of Business Law and Legal Management lulus tahun 2003, kemudian melanjutkan pendidikan Doktoral Ilmu Hukum (S3) di Universitas Hasanuddin Makasar dan lulus tahun 2005. Pada tahun 2023, Romo Soerya dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum/Hukum Tata Negara Universitas Batam atau Uniba.

Dua Tokoh Yang Memiliki Sifat “Magnanimity” Bertemu dan Saling Menyampaikan Pesan Respek

Walikota dan Wakil Walikota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si. dan Li Claudia Chandra mengunjungi kediaman Prof. Dr. H. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M. (Romo.red) dalam acara ulang tahun Romo di kediamannya pada Komplek Dutamas, Kota Batam. (Foto: WLP)

Setibanya di kediaman Romo di Komplek Duta Mas Kota Batam, saya terkejut, ternyata tidak hanya keluarga, kerabat dekat atau keluarga besar dari partai PDIP yang datang, tetapi dua tokoh yang pernah berbeda pendapat pada saat kontestasi pemilihan kepala daerah di Kota Batam juga terlihat hadir. Ya, dia bernama Li Claudia Chandra, seorang Wakil Walikota Batam yang secara ex-officio juga menjadi Wakil Kepala BP-Batam periode 2025-2030. Meskipun jabatan yang diemban adalah seorang Wakil Walikota, tapi bukan rahasia umum lagi bagi masyarakat Kepulauan Riau dan Kota Batam khususnya jika beliau ini adalah pejabat berdarah biru istana artinya tokoh yang memiliki kedekatan dan pengaruh yang kuat dengan pemerintah pusat yang ada di Jakarta saat ini.

Diantara banyaknya tokoh-tokoh yang hadir, terlihat diantaranya H. Nuryanto, S.H., M.H., atau yang biasa disapa Cak Nur ketua DPD PDIP Kota Batam, kemudian ada juga Irjen Pol. (Purn.) Dr. Aris Budiman Bulo, M.Si., (mantan Kapolda Kepri), Irjen Pol. (Purn.) Drs. Darmawan, M.Hum, (mantan Wakapolda Kepri), Hartono (Citra Buana Group), Beberapa kepala OPD Pemprov Kepri, Mas Yanto, Mas Agus, Suyono (Ketua RW Duta Mas) serta banyaknya tokoh-tokoh yang hadir dimana penulis belum mengenal dan hafal namanya.

Dari kiri ke kanan: Willy Lesmana Putra, Nuryanto,S.H., M.H. (Cak Nur), Irjen Pol. (Purn.) Darmawan, Irjen Pol. (Purn.) Aris Budiman, Mas Agus. (Foto: WLP)

Saya bersama para tamu lainnya juga saling memanfaatkan acara tersebut untuk dapat bersilaturahmi, menyambung dan memperkuat tali persahabatan. Ada juga momen untuk menyumbangkan suara emas masing-masing. Tidak terkecuali Walikota Batam Dr. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si yang menyumbangkan lagu “Sepanjang Jalan Kenangan” ciptaan Is Haryanto.

Dalam sambutannya, Romo Berpesan “Saya Preman, Tapi Preman itu Konsisten Atas Ucapan dan Perbuatan”

 Romo menyampaikan kata-kata nasihat kepada anak, menantu dan cucu-cucu disaksikan juga oleh Walikota dan Wakil Walikota Batam. (Foto: WLP)

Seorang Guru Besar Ilmu Hukum, Prof. Dr. H. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M. tanpa keraguan menyatakan jika ia adalah seorang Preman, tapi Preman konsisten atas ucapan dan perbuatannya. Kalimat tersebut diucapkan Romo diantara banyaknya nasihat-nasihat dalam istilah-istilah bahasa jawa yang ia sampaikan kepada anak, menantu dan cucu-cucunya di acara ulang tahunnya yang ke-67.

Ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan, meskipun dalam kondisi suaranya yang serak, Li Claudia secara gamblang menyampaikan kekagumannya terhadap Romo “Yang saya hormati Romo beserta keluarga, yang saya hormati Pak Wali, yang saya hormati bapak ibu semua yang pada malam hari ini. Pertama saya mohon maaf karena suara hilang. Romo, merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan bapak (Walikota) bisa hadir ditengah-tengah keluarga Romo. Tadi saya menangkap satu yang Romo sampaikan: Saya Preman Tetapi Klo Saya Ngomong A Ya Itulah Yang Saya Kerjakan. Terimakasih Romo, itu yang saya tanamkan juga di hati saya dan saya jalankan juga. Selamat ulang tahun Romo, sehat, Romo bahagia selalu, dan dimudahkan apa yang dicita-citakan Romo. Anak-anak banggalah punya orangtua seperti Romo”. Itulah penggalan kalimat sambutan dari Li Claudia.

Kondusifitas dan Keberlangsungan Pembangunan Kota Batam Menjadi Prioritas untuk Saling Mendukung

Dalam dunia politik, kondisi persaingan itu dinamis dan tidak ada persaingan politik yang abadi, meskipun berbeda pilihan akan tetapi tidak berarti tidak dapat saling mendukung dan menjaga kondusifitas dalam rangka mencapai target-target pembangunan demi kemaslahatan masyarakat banyak. Yang lebih muda mendatangi yang lebih senior dan yang senior berjiwa besar untuk dapat memberikan contoh teladan yang baik.

Potret pada acara ulang tahun Profesor Soerya (Romo) dapat dijadikan contoh atau rujukan bagi pemimpin-pemimpin di berbagai daerah bahkan ditingkat nasional dalam menciptakan kehangatan hubungan diantara tokoh-tokoh yang sebelumnya merupakan saingan politik. Kedewasaan dalam bersikap dan kedewasaan dalam berpolitik adalah kunci utamanya. Tidak lagi mengedepankan ego kelompoknya tapi semua demi masyarakat banyak. Dan Ternyata Potret Kedewasaan Berpolitik Itu Ada di Dutamas. (WLP/PNI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *