UMKM  

Asosiasi UMKM dan Dekranasda Kota Depok Gelar UMKM Fair 2026, Buka Akses Pasar bagi Pelaku Usaha Lokal

DEPOK, MAJALAHCEO.co.id  —  Dalam rangka mendorong pelaku usaha lokal agar berkembang dan naik kelas, sekaligus membuka akses pasar, Asosiasi UMKM Kota Depok dan Dekranasda Kota Depok menggelar UMKM Fair 2026,pada 2-3 September 2026, bertempat di halaman Dekranasda Kota Depok.

Kegiatan ini menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM sekaligus mempertemukan produk lokal dengan masyarakat secara langsung.

Kehadiran bazaar di area Pemerintah Kota Depok juga memberikan akses pasar yang strategis karena pengunjungnya berasal dari ASN serta para tamu yang sedang berkegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Depok.

Peserta bazaar dari Asosiasi UMKM Kota Depok yang berpartisipasi antara lain Pawon Putri, Bunbueok, Kaffarie, Bite-Nat, Ease, Pekatan Batik, Kamarasa, Jamu Mba Mifta, Es Ubi Unguin, Laksa & Toge Goreng Bang Empe, Kebab Rusia, dan Kukis Hias Rupins, serta tenant fashion dan craft binaan Dekranasda Kota Depok.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Kafe Atap Daun dan Frekuensi Kitchen & Space sebagai sponsor, serta Kinerja Ekselen Grup sebagai media partner.

UMKM Fair merupakan bagian dari kegiatan bazaar yang secara rutin diselenggarakan oleh Dekranasda Kota Depok dua kali dalam satu bulan, dengan peserta yang bergantian berasal dari komunitas-komunitas UMKM di Kota Depok melalui kolaborasi bersama Dekranasda.

Bagi Asosiasi UMKM Kota Depok, kesempatan tersebut menjadi salah satu ruang penting bagi anggota untuk memperkenalkan produk, bertemu langsung dengan konsumen, membangun jejaring, sekaligus mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan bisnis.

Menurut Sekretaris 2 Asosiasi UMKM Kota Depok sekaligus penggiat HKI dan halal Tri Damayanti, agar pelaku usaha UMKM bisa diterima pasar dan naik kelas, selain diperlukan kegigihan,  pelaku UMKM juga memerlukan strategi bisnis, digitalisasi, dan legalitas yang jelas agar bisa naik kelas.

“ UMKM naik kelas tidak terjadi dalam satu malam. Ada proses yang harus dilalui, mulai dari berani memulai usaha, memperkenalkan produk, membangun brand, memperhatikan legalitas, HKI, halal, sampai mampu masuk ke pasar yang lebih luas. Bazaar seperti ini menjadi salah satu ruang belajar dan bertumbuh bagi UMKM ,” kata Tri Damayanti, Kamis.

Sementara itu, Saifullah, Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok, menegaskan bahwa asosiasi hadir sebagai wadah yang terbuka bagi pelaku usaha di berbagai tahap, termasuk mereka yang baru memulai usaha maupun baru memiliki ide bisnis.

“Asosiasi UMKM Kota Depok mewadahi para pelaku usaha yang baru mulai usaha ataupun baru punya ide usaha, termasuk yang belum masuk komunitas manapun, untuk diberi kesempatan bertumbuh dan naik kelas bersama. Kami ingin membangun ruang yang membuat pelaku usaha tidak merasa berjalan sendiri, tetapi memiliki akses pada jejaring, informasi, promosi, dan kesempatan untuk berkembang,”ungkap Saifullah.

Menurutnya, proses naik kelas setiap UMKM berbeda-beda, namun semuanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, jejaring, dan keberanian untuk terus mencoba.

Melalui UMKM Fair Asosiasi UMKM Kota Depok bersama Dekranasda Kota Depok berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mendapatkan akses pasar dan kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar tentang berjualan, tetapi tentang membuka pintu bagi UMKM untuk dikenal, membangun kepercayaan konsumen, memperkuat brand, memperluas jejaring, dan pada akhirnya mampu naik kelas.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, sponsor, dan media diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem UMKM Kota Depok yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing.

[rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *