JAKARTA, MAJALAHCEO.co.id – Pembangunan peradaban bangsa yang maju, tangguh, dan berdaya saing global tidak dapat dipisahkan dari fondasi kebudayaan yang kuat. Penguatan budaya, terutama melalui pelestarian nilai-nilai luhur, menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju puncak kejayaan.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala Binua Dayak Bidayuh Jagoi Limen AK Lingai, di Bengkayang beberapa waktu lalu.
“ Melestarikan nilai-nilai kearifan lokal adalah fondasi penting untuk membentuk peradaban yang berkarakter, bermartabat, dan berketahanan di tengah arus globalisasi,” kata Limen AK Lingai.
Limen mengatakan. di era globalisasi, budaya lokal semakin terancam oleh arus budaya asing yang masif. Modernisasi dan urbanisasi juga turut mengubah lanskap sosial dan budaya masyarakat. Akibatnya, banyak tradisi dan kearifan lokal yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda.
“Untuk menghadapi tantangan ini, perlu dilakukan upaya-upaya strategis untuk melestarikan dan memperkuat identitas dan budaya lokal. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan literasi budaya. Literasi budaya menjadi kunci untuk memahami, menghargai, dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai tokoh budaya Dayak Bidayuh, Limen menegaskan meneguhkan kembali nilai luhur budaya Dayak Bidayuh adalah langkah strategis untuk menjaga identitas suku di tengah arus modernisasi. Kebudayaan Bidayuh kaya akan falsafah hidup yang mengutamakan kedamaian, kebersamaan, dan kelestarian alam.
“ Masyarakat adat Dayak Bidayuh memiliki prinsip dan nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan dipegang teguh. Menjaga kedamaian dan harmoni, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ini bentuk upaya nyata dalam membangun peradaban melalui penguatan budaya,” pungkasnya.
[Jgd/red]












