Purbaya: Konflik Timur Tengah Tidak Akan Berakhir pada Resesi Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa [Foto liputan6.com]

KINERJAEKSELEN.co, Jakarta – Perang AS-Israel dan Iran masih terus berkecamuk dan berdampak pada naiknya harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sebagai motor perang Iran dengan AS bakal makin kelabakan jika harga minyak dunia menyentuh US$150 per barel.

Mencermati situasi ini, Menteri Purbaya memperkirakan Trump bakal mengambil langkah untuk membuat harga minyak dunia kembali stabil.

Menurut Purbaya, konflik di Timur Tengah tersebut tidak akan berakhir pada resesi ekonomi  meski harga minyak dunia tengah bergejolak. Ia juga yakin, harga minyak tak akan menyentuh US$200 per barel seperti yang dikhawatirkan.

“Coba anda lihat sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 dolar saja di sana BBM-nya naik hampir 100 persen, rakyatnya mulai marah. Makanya, Trump langkahnya agak berbeda kan? (Harga minyak) bisa sampai US$150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tetapi di sana. Kalau kita masih dijaga di sini,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3), dikutip dari cnnindonesia.com.

Purbaya juga tidak sependapat dengan pernyataan sejumlah ekonom yang menilai perekonomian Indonesia akan mengalami resesi imbas kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pernyataan ekonom itu, kata Purbaya, bukan bentuk kritik terhadap pemerintah, tetapi bisa memicu sentimen buruk atau ketakutan di masyarakat.

“Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa, tapi jangan bilang begini, dua bulan lagi ekonomi Indinesia akan hancur, akan resesi karena harga minyak US$200 per barel, rupiah akan berapa puluh ribu. Ya kalau harga minyak US$200 per barel, semua dunia resesi. Tenang saja, nggak usah pusing,” ujar Purbaya.

Terlebih, kata Purbaya, sentimen yang dibentuk dinilai tak berdasarkan perhitungan ekonomi yang benar.

“Kalau ekonom yang betul, dia akan taruh angka berdasarkan estimasi yang clear. Dia bisa histocical data, bisa pakai ini, bisa pakai itu,” ujar Purbaya.

[nug/rel]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *