MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menegaskan bahwa rencana redenominasi rupiah belum menjadi kebutuhan yang mendesak saat ini.
Menurutnya, redenominasi pada dasarnya memiliki dua sasaran utama. Pertama adalah efisiensi. Nolnya tidak banyak, laporan keuangan lebih ringkas, penggunaan kertas juga lebih sedikit. Sasaran kedua adalah aspek nilai tukar.
Namun demikian, Harris menilai redenominasi tidak berdampak pada stabilitas ekonomi maupun kemampuan pemerintah mengendalikan inflasi. “Redenominasi tidak membuat inflasi terkendali. Efisiensi iya, tapi stabilitas ekonomi tidak,” tegasnya, Jumat (14/11/2025).
Sasaran kedua dari adanya redenominasi, lanjut Harris, adalah aspek nilai tukar. “Dua target ini kalau berhasil bisa tercapai,” jelasnya.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa biaya pelaksanaan redenominasi sangat besar, mengingat kompleksitas sistem keuangan saat ini.
“Uang itu bukan hanya uang fisik. Ada uang elektronik, pembukuan perusahaan, harga saham, perjanjian dagang. Ini ribet sekali. Belum lagi terjadi money illusion akibat pembulatan (round up),” katanya.
Karena itu, ia mendorong agar pemerintah lebih memprioritaskan agenda strategis lainnya. “Menurut saya lebih baik kita konsentrasi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo yang punya banyak program untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” tegas Harris.
Lebih jauh ia menilai redenominasi belum urgen untuk dijalankan. “Prakondisi ekonomi, moneter, sosial itu harus disiapkan dulu. Kalau semuanya sudah siap, ya silakan. Kalau mau bikin kerangka regulasinya dulu juga tidak masalah,” ujarnya.
Harris menambahkan bahwa penyusunan undang-undang dan peraturan turunan terkait redenominasi membutuhkan waktu panjang. “Peraturan turunannya banyak sekali. Itu perlu 4 sampai 6 tahun. Jadi jangan buru-buru lah melaksanakannya. Fokus saja pada target pertumbuhan ekonomi,” tutupnya, seperti dikutip dari parlementaria.com, Senin (17/11/2025) malam.
(jgd)













DPR yg berkomentar itu takut ..klw redenomerasi ini dijalankan.. uang yg mereka simpn di bunker2 mereka itu puluhan milyar takut katahuan cara menukrnya gmn? Kan ketahuan banyak simpan uang.. bagi rakyat menengah kebawah aman.. pegangan utk berobat tdk punya, apagi untuk harian.. setiqp hari bekerja keras utk mencari makan… Apalgi untuk tabungan.. mereka yg mengatakan alasan ini itu semata mata ketakutan uang mereka ketahuan.. makanya disedekahkan, dibagi ke masyarakat miskin dan dibelikan aset supaya aman… Supaya kalian aman tdk pegang uang di bunker2 lagi…. Jangan serakah … Dunia sementara… 🙏🙏🙏🙏