Syarifuddin Hafid, SH: Antisipasi Generasi Stunting Untuk Mencapai Indonesia Emas 2045

H. Syarifuddin Hafid, SH

MAJALAHCEO.co.id, Palu – Mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah. Pasalnya, stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.

Pandangan tersebut disampaikan calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Syarifuddin Hafid, SH kepada strategi network, Minggu [5/5/2024]

“ Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Walaupun angka   stunting di Indonesia saat ini menurun, namun angka tersebut masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen,” kata Syarifuddin Hafid.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali ini menyatakan akan terus berkomitmen terhadap kesehatan masyarakat dan mendorong segala upaya untuk pencegahan stunting, khususnya di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang menjadi konstituennya.

Syarifuddin menyebut, akan terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan maternal dan anak, termasuk pemberian nutrisi tambahan, karena dapat membantu mengurangi risiko stunting.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan turut serta memberdayakan masyarakat untuk memahami dan mengatasi stunting melalui program-program partisipatif dan pendekatan dari bawah ke atas. Program ini, sambungnya, juga menjadi program strategis di bidang kesehatan.

“ Pemerintah perlu menerapkan kebijakan dan program yang mendukung pencegahan stunting, seperti program pemberian makanan tambahan di sekolah dan kampanye gizi. Mengatasi stunting di Indonesia memerlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah dan sehat bagi generasi penerus bangsa ini,” pungkasnya.

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *