MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Partai Golkar resmi menonaktifkan Adies Kadir dari keanggotaan Fraksi Golkar di DPR RI mulai 1 September 2025.
Keputusan ini diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, pada 31 Agustus 2025, sebagai respons terhadap pernyataan kontroversial Adies terkait kenaikan tunjangan anggota DPR, yang memicu protes publik dan kerusuhan.
Penonaktifan ini dilakukan untuk menegakkan disiplin dan etika. Golkar menegaskan bahwa aspirasi rakyat menjadi acuan utama.
Adies, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029, sempat meralat pernyataannya, namun gelombang kritik publik telah meluas.
“ Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin 1 September 2025,” kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji dalam keterangan resmi, Minggu [31/8/2025].
Sarmuji mengatakan, keputusan ini diambil setelah Partai Golkar mempertimbangkan eskalasi sosial yang meningkat beberapa hari terakhir.
Menurutnya, seluruh kiprah perjuangan Partai Golkar merupakan kristalisasi semangat kerakyatan yang berdasar pada undang-undang.
Diketahui, unjuk rasa yang memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR RI dimulai pada 25 Agustus lalu.
Unjuk rasa kemudian berlanjut pada 28 Agustus, hari di mana driver ojek online (Ojol) Affan Kurniawan meninggal setelah dilindas mobil Brimob. Peristiwa itu membuat publik semakin marah, terutama kalangan driver ojol.
Setelah itu, unjuk rasa meluas ke berbagai kota dan daerah, mulai dari Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Tegal, Cilacap, Makassar, dan lainnya.
[sam/red]












