Mengenal Sosok Anwar Hafid

Dr. Anwar Hafid, calon gubenur Sulawesi Tengah

Drs. Anwar Hafid, dikenal sebagai sosok sederhana, supel, tegas, bersahaja, dan religius.  Meski masih tergolong berusia muda, namun memiliki visi ke depan dan memiliki segudang pengalaman di pemerintahan.

Anwar Hafid mengawali karir di pemerintahan sebagai Kepala Desa Rante Balla, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.  Selain sebagai sosok yang dikenal santun dan dekat dengan berbagai kalangan, lulusan APDN Makassar ini, dalam perjalanan karirnya terus menorehkan sejumlah prestasi, hingga pada akhirnya mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Morowali, Sulawesi Tengah.

Ketika penulis bertanya tentang rahasia suksesnya, Anwar mengatakan bahwa kunci keberhasilan adalah disiplin,  taat aturan, memiliki integritas dan amanah.

“ Kunci keberhasilan adalah disiplin, karena disiplin memastikan semua aturan, kebijakan dan kesepakatan dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan motivasi tinggi. Disiplin mengutamakan ketegasan prinsip dan akuntabilitas yang memadai,” kata Anwar Hafid, di rumah jabatan Bupati Morowali, beberapa waktu lalu.

Sukses adalah buah dari kerja keras dan disiplin yang menjadi prinsipnya selama ini, sehingga mengantarkannya sebagai Bupati termuda di Sulawesi. Selain itu sangatlah penting adalah pendekatan kepada masyarakat, restu kedua orang tua, dan tak putus untuk selalu mendekatkan diri pada Alloh SWT, Sang Pemilik Kehidupan ini.

Dikatakan Anwar Hafid, seorang pemimpin harus memiliki leadership skill dengan baik, karena memegang peranan penting dalam sebuah manajemen kepemimpinan, bisa menginspirasi orang lain untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan.

Sebagai putra Morowali yang  cukup berpengalaman di berbagai level pemerintahan, Anwar Hafid memahami betul karakteristik dan persoalan di Kabupaten Morowali. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Anwar Hafid selama dua periode untuk memimpin Morowali.

Sebagai pemimpin, Anwar Hafid tidak pernah membeda-membedakan dalam hal pelayanan, dan menyadari sepenuhnya bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, serta dilaksanakan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat bukan malah sebaliknya minta dilayani.

Bagi masyarakat yang ingin bertemu, Anwar Hafid tidak menerapkan protokoler yang berbelit belit, yang justru akan menjauhkan dengan rakyatnya sendiri.

“ Ya, kalau dulu untuk bertemu dengan Bupati begitu sakral dan harus memalui protokoler yang bikin ribet. Tapi begitu saya menjabat semua itu saya rubah. Selepas sholat Subuh, di rumah jabatan ini saya sudah membuka pintu lebar-lebar bagi siapapun, dari berbagai kalangan baik pejabat, relasi, maupun rakyat biasa yang ingin menyampaikan segala macam permasalahan,” kata Anwar Hafid.

Dari sikap rendah hati, terbuka, dan tidak membuat sekat inilah,  Anwar Hafid memiliki point tersendiri di mata masyarakat, khususnya Morowali.

“ Dari merekalah saya bisa seperti sekarang ini, diberi amanah, dan saya harus melayani. Dari mereka pulalah, saya mendapat berbagai informasi tentang persoalan-persoalan yang dihadapi warga. Bahkan kami juga sering mendiskusikannya untuk mencari solusi terbaik,” tuturnya.

Begitu dekatnya dengan rakyat, hal-hal yang menyangkut keperluan rakyatpun turut menjadi perhatiannya pula. Bahkan suatu ketika, ada seorang ibu dari kepulauan yang hendak menikahkan putrinya, mendatangi Anwar Hafid di rujab, minta pendapat bagaimana pelaksanaan pernikahan putrinya nanti. Dan, dengan ikhlas Anwar Hafid memberi saran dan masukan, serta berjanji akan datang pada acara pernikahan nanti.

Anwar Hafid memang pribadi santun, tangguh dan bertangan dingin. Dari kiprah dan prestasinya, kini Morowali tak lagi dipandang sebelah mata. Semua program yang dicanangkan selalu berhasil dan membawa manfaat, bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“ Alhamdulillah banyak program Pemkab Morowali yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat seperti program pendidikan gratis dari tingkat SD, SLTA hingga perguruan tinggi. Saya hanya berharap anak-anak di Morowali bisa sekolah dan menempuh pendidikan setinggi-tinggihnya tanpa harus memikirkan biaya,” ungkapnya.

Bagi Anwar Hafid, pendidikan adalah investasi masa depan. Ia tidak ingin melihat ada anak-anak di Morowali harus putus sekolah karena tidak ada biaya, lalu harus bekerja membantu orang tuanya sehingga terampas hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan yang baik demi masa depannya.

“ Dengan pendidikan yang baik, akhlak yang baik, adalah modal untuk meraih masa depan. Anak-anak Morowali harus memiliki masa depan yang baik dan kelak bermartabat hidupnya,” tandasnya.

Anwar Hafid lahir di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, 14 Agustus 1969. Di desa itulah Anwar kecil menimba ilmu pendidikan dasar, di SD Negeri Wosu dan kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMP Bungku.

Setamat SMP, ia harus meninggalkan kampung halamannya dan menempuh pendidikan di SMA I Poso.

Masa kecil Anwar Hafid dilalui penuh keprihatinan. Ia bertekad, kepedihannya di masa lalu bisa menjadi cermin, dan tak ingin anak-anak usia sekolah di tanah kelahirannya mengalami hal yang sama.

“ Kehidupan saya di masa kecil, tak seperti anak-anak jaman sekarang. Saya hidup dalam kesederhanaan. Orang tua benar-benar menempa bagaimana pentingnya arti sebuah perjuangan, perjuangan untuk memartabatkan hidup, perjuangan untuk mensikapi hidup agar tidak salah dalam memandang dan menjalani kehidupan ini,” kenangnya.

Setelah menamatkan SMA Negeri 1 Poso, Anwar Hafid melanjutkan pendidikan kedinasan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Ujung Pandang  (APDN)  dan kemudian dilanjutkan dengan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin, pada Fakultas Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP ) dengan mengambil program studi ilmu pemerintahan.

Anwar Hafid mengawali karirnya dari level Kepala Desa, kemudian Sekretaris Kecamatan, Camat, Kepala Bagian Pemerintahan, sampai Asisten Bidang Pemerintahan di Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur.

Ia pernah menjadi Kepala Desa Rante Balla, Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu pada tahun 1992 sampai 1994. Pernah juga menjadi Sekcam di kecamatan Mangkutama kabupaten Luwu Utara tahun 1998 sampai 1999.  Karirnya sebagai Pamong semakin melesat dan sarat prestasi ketika menjadi Camat di Towuti tahun 2000 dan Camat di Nuha Kabupaten Luwu Timur dari tahun 2003 sampai 2005.

Setelah lima tahun menjadi Camat di dua kecamatan berbeda, Anwar pun diangkat menjadi Kabag Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2005, lalu pada tahun 2006 diangkat sebagai assiten satu kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Tengah.

Jenjang karir sebagai Pamong itulah, dijalani Anwar Hafid dengan tulus dalam melayani masyarakat, dan semata-mata diniatkan sebagai ibadah. Tak heran jika ayah dari Moh Fathur Razak dan Astri Aulia ini kemudian amat dikenal sebagai pamong yang dekat dengan masyarakat.

Setelah purna tugas sebagai Bupati Morowali selama dua periode, tak lantas membuat pengabdian Anwar Hafid terhenti. Pada pileg 2019 lalu, Anwar terpilih mewakili Sulawesi Tengah sebagai anggota DPR RI.

Jelang purna tugas sebagai wakil rakyat, semangat Anwar Hafid untuk mengabdikan diri untuk rakyat semakin kuat, dan bertekad maju sebagai calon gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029.

Anwar Hafid adalah spirit bagi rakyat Sulteng, dan layak untuk memimpin Sulteng menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

[Jagad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *