KADIN  

Suara Daerah Jadi Penentu: Kadin & Kemenperin Dorong Kolaborasi Nyata Industri dan IKM

JAKARTA, Majalah CEO. Kebijakan makro industri nasional sering kali berhenti di atas kertas dan gagal menyentuh lantai produksi di tingkat daerah. Menyadari celah tersebut, KADIN Indonesia bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil pendekatan berbeda: menjadikan Industri Kecil dan Menengah (IKM) daerah sebagai motor penggerak utama hilirisasi dan kebangkitan manufaktur nasional.

Langkah ini menandai pergeseran fokus dari pertumbuhan industri yang terpusat di korporasi besar menuju penguatan ekosistem rantai pasok lokal (local supply chain).

Dari Ruang Birokrasi ke Realisasi Lapangan

Pertemuan strategis antara Ketua Umum Kadin Indonesia dan Menteri Perindustrian menyoroti urgensi pelibatan IKM secara langsung dalam struktur industri besar. Selama ini, tantangan terbesar IKM di daerah bukan pada kualitas produk semata, melainkan pada akses integrasi ke dalam ekosistem industri yang lebih luas, keterbatasan teknologi, dan standarisasi.

Melalui sinergi baru ini, KADIN dan Kemenperin berkomitmen untuk memangkas hambatan tersebut dengan strategi yang lebih membumi:

Integrasi Rantai Pasok (Supply Chain Integration): Membuka akses bagi IKM daerah untuk menjadi *vulnerability-free supplier* bagi industri manufaktur skala besar, baik domestik maupun ekspor.
Pendampingan Teknologi & Standardisasi:** Mempercepat adopsi teknologi tepat guna di sentra-sentra IKM agar memenuhi standar kualitas industri global.
Penguatan Kapasitas Lokal: Memastikan pertumbuhan industri tidak hanya mendongkrak angka makro, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan nilai tambah di daerah asal bahan baku.

Mengapa Pendekatan Ini Berbeda?

Jika pemberdayaan IKM sebelumnya kerap dipandang sebagai program sosial atau pembinaan karitatif semata, arah kebijakan kali ini menempatkan IKM sebagai pilar inti ekonomi nasional. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal sejak tahap perencanaan hingga rantai pasok hulu-hilir, industrialisasi Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih resilien menghadapi gejolak global.

“Kebangkitan industri bukan hanya soal investasi raksasa yang masuk, tetapi seberapa kuat fondasi ekonomi kerakyatan di daerah ikut bergerak bersama,” ujar pengamat ekonomi industri melihat arah sinergi ini.

Dengan optimisme baru ini, tantangan selanjutnya terletak pada kecepatan eksekusi di lapangan—memastikan program kemitraan strategis ini benar-benar dirasakan oleh para pelaku IKM di berbagai pelosok daerah Indonesia. (andif)

Sumber :Kadin.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *