JAKARTA, MAJALAHCEO.co.id – Mobil China kini mendominasi pasar otomotif Indonesia, terutama di segmen kendaraan listrik (EV) dengan pangsa pasar menembus 17,3% per awal 2026. Merek seperti BYD, Wuling, dan Chery memimpin, menawarkan kombinasi teknologi canggih, fitur modern, dan harga terjangkau yang mengguncang dominasi pabrikan Jepang.
Produsen China menguasai sekitar 90% pasar mobil listrik berbasis baterai di Indonesia, dengan Wuling, BYD, dan Neta sebagai pemimpin pasar.
Mobil China menawarkan value proposition tinggi, memberikan fitur canggih seperti ADAS dan sunroof dengan harga yang lebih terjangkau dibanding pesaing.
Membanjirnya bran-brand baru asal China, membuat produsen mobil Jepang kelimpungan. Bahkan, tak sedikit dealer-dealer mobil Jepang mulai bertumbangan.
Melihat fenomena tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, produsen mobil Jepang harus bisa menyesuaikan diri dengan keinginan pasar di Indonesia.
Sebab, menurut Agus Gumiwang, hanya dengan cara tersebut, mereka bisa tetap bersaing dengan brand-brand asal China.
Agus berujar, ini menjadi tantangan untuk merek-merek asal Jepang. Mereka harus putar otak, untuk tetap bisa relevan dengan konsumen-konsumen di tanah air.
“Saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market,” ujar Agus Gumiwang, dikutip dari Antaranews, Sabtu (11/4).
Selain itu, Agus mengingatkan, produsen Jepang perlu lebih jeli membaca arah kebijakan pemerintah yang kini bergerak cepat menuju kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV). Menurutnya, pergeseran itu akan semakin kuat seiring dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Menurutnya, dinamika global termasuk konflik di kawasan Timur Tengah memberikan pelajaran penting terkait ketahanan energi nasional. Itulah mengapa, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil dalam proses produksi, termasuk di sektor otomotif, seperti dikutip dari detikoto, Minggu [12/4/2026] malam.
[Man/rel]












