JAKARTA, MAJALAHCEO.co.id – Untuk memperbaiki bangsa ini ke depan, sudah saatnya mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendirikan partai politik.
Mendirikan partai politik (parpol) merupakan salah satu jalur konstitusional paling efektif bagi seorang tokoh untuk memperbaiki bangsa karena parpol memegang kunci formal dalam pembuatan kebijakan negara. Di dalam sistem demokrasi seperti di Indonesia, perubahan struktural skala besar hanya bisa terjadi melalui kekuasaan politik yang sah.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Purbaya Indonesia Raya Asooc. Prof. DR. Ali Yusran Gea, melalui keterangan di Jakarta, Selasa [15/9/2026].
“ Bangsa ini sudah carut marut, nyaris kehilangan kompas. Persoalan bangsa ini sedemikian besar, butuh pemimpin yang memiliki visi besar, berintegritas dan memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki bangsa ini. Sudah saatnya Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, mendirikan partai politik. Seluruh DPP, DPW dan organisasi sayap Purbaya Indonesia, siap berjuang bersama beliau. Saya sudah ijin beliau untuk melakukan konferensi pers ini,” kata Asooc. Prof. DR. Ali Yusran Gea, Selasa.
“Parpol adalah satu-satunya lembaga yang berhak mengusung calon presiden, calon wakil presiden, dan anggota legislatif (DPR/DPRD). Tanpa parpol, gagasan hebat seorang tokoh sulit dieksekusi menjadi kebijakan negara,” sambungnya.
Gea mengungkapkan, pencopotan Purbaya sebagai Menteri Keuangan adalah tindakan dzolim, dan egoistis seorang Presiden.
Gea menilai proses pemberhentian Purbaya tersebut kurang etis karena dilakukan di tengah-tengah agenda resmi. Purbaya tengah memimpin rapat kerja gabungan di DPD RI ketika ia menerima panggilan telepon darurat dari Istana. Setelah meninggalkan ruangan rapat, posisinya langsung digantikan oleh Suahasil Nazara yang dilantik hanya berselang satu jam kemudian.
Gea menegaskan, selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sangat tegas, berintegritas, dan berhasil menyelamatkan keuangan negara ratusan triliun, dan telah mengembalikan kedaulatan ekonomi.
Sosok Purbaya, kata Gea, memiliki komitmen tinggi untuk menyelamatkan keuangan negara, sehingga menjadi ancaman bagi mereka yang memiliki mental koruptif.
“ Pencopotan Purbaya sebagai Menteri Keuangan ini kurang etis, dzolim, apalagi dilakukan mendadak saat beliau melakukan agenda resmi,” ujarnya.
“Kita berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar istikomah dan tidak dilumpuhkan hati dan pikirannya oleh mental-mental kabinet merah putih atau pembisik-pembisiknya itu untuk hal-hal yang kurang baik,” ungkapnya.
[nug/rel]












