Kuala Lumpur, MAJALAHCEO.co.id — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) memperkuat upaya membawa UMKM Indonesia naik kelas melalui program “Revitalisasi TIDESA: Upaya Pendapatan UMKM Indonesia Lokal Naik Kelas.”
Program yang berlangsung sejak Februari hingga Agustus 2026 ini tidak hanya berfokus pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas produk, penguatan branding, digitalisasi usaha, perluasan jejaring antarperguruan tinggi, serta pembukaan akses pasar bagi UMKM Indonesia di tingkat regional dan internasional.
Rangkaian kegiatan juga dilakukan di Penang dan Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik, bisnis, dan akses pasar. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Indri Arrafi Julianisa, S.E., M.E., dengan anggota tim Prof. Dr. Amrie Firmansyah, S.E., M.M., M.Ak., M.E,Dr. Dipl.-Kauffrau Freesca Syafitri, S.E., M.A, Khusnul Khatimah, S.P., M.Si,Viyolanda Azrimultiya, S.E., M.E,serta Sarah Ghania, S.P.W.K., M.E.
TIDESA merupakan UMKM yang mengembangkan produk olahan berbasis sumber daya lokal, seperti keripik pisang, singkong, nangka, dan salak. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk masuk ke pasar yang lebih luas, namun masih membutuhkan penguatan dalam aspek kualitas produk, kemasan, kapasitas SDM, pemasaran digital, serta pengembangan jaringan usaha.
Melalui program ini, FEB UPNVJ mendorong UMKM untuk tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperkuat nilai tambah produk, citra merek, pemanfaatan e-commerce, media sosial, inovasi kemasan, dan kesiapan menghadapi pasar yang lebih kompetitif.
Kegiatan di Malaysia sekaligus menjadi ruang untuk memperluas perspektif pelaku UMKM terhadap kebutuhan pasar regional. Jejaring dengan mitra akademik dan bisnis diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan produk, hingga potensi penetrasi pasar baru.
FEB UPNVJ juga mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih luas, bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi sebagai innovation partner dan market connector bagi UMKM.
“UMKM Indonesia punya produk yang kuat. Tantangannya adalah meningkatkan kualitas, memperkuat branding, dan membuka akses pasar. Kampus harus hadir sebagai jembatan agar UMKM lokal bisa naik kelas dan punya daya saing yang lebih luas.”
Melalui Revitalisasi TIDESA, FEB UPNVJ berharap kolaborasi antara kampus, pelaku UMKM, pemerintah, lembaga pendamping, dan mitra internasional dapat mempercepat transformasi UMKM Indonesia menjadi lebih inovatif, lebih kompetitif, dan lebih siap masuk ke pasar regional maupun global.
[nug/rel]












