MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Aliran dana investor asing terus hengkang dari pasar keuangan Indonesia.
Pertengahan Maret 2025, dana asing yang keluar diperkirakan mencapai Rp26,9 triliun, yang diyakini berkontribusi pada tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Penyebabnya hengkangnya investor asing dari pasar keuangan Indonesia beragam, mulai dari ketidakpercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia hingga pergeseran dana ke instrumen atau pasar lain yang dianggap lebih menjanjikan, seperti obligasi negara maju atau komoditas seperti emas.
Namun, perlu dicatat bahwa ada periode di awal tahun, seperti 30 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, di mana dana asing justru masuk sebesar Rp1,08 triliun, terutama ke pasar saham dan SBN.
Hal ini menunjukkan bahwa aliran dana asing tidak selalu konsisten keluar, tetapi fluktuasinya dipengaruhi oleh faktor global (seperti ketidakpastian kebijakan moneter AS) dan domestik (stabilitas politik dan proyeksi ekonomi).
Secara keseluruhan, hengkangnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia pada 2025 tampaknya dipicu oleh kombinasi meningkatnya risiko investasi (terlihat dari kenaikan premi credit default swap Indonesia menjadi 80,70 basis poin pada 13 Maret 2025) dan daya tarik alternatif investasi di luar negeri.
Meski begitu, data ini bersifat dinamis, dan perkembangan lebih lanjut perlu dipantau untuk analisis yang lebih komprehensif.
[nug/red]












