JAKARTA, MAJALAHCEO.co.id – Pemerintah terus memperkuat pelatihan vokasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Penguatan tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dan diikuti 12.128 peserta.
“Program ini merupakan arahan Bapak Presiden yang menjadi bagian dari stimulus di semester dua di tahun 2026 yang perlu dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026, di Kota Serang, Banten, Selasa (01/09/2026).
Airlangga menjelaskan bahwa penguatan pelatihan vokasi tersebut penting untuk memastikan pertumbuhan investasi diikuti dengan kesiapan tenaga kerja. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen (YoY) dan setara dengan 49,5 persen dari target. Investasi tersebut turut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja secara nasional.
Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah menurun menjadi 4,65 persen. Namun, tantangan masih terdapat pada kelompok generasi muda yang mencapai sekitar 67 persen dari total pengangguran atau sekitar 4,8 juta orang. Hal tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi agar tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kebutuhan kompetensi juga terus berkembang seiring perubahan struktur ekonomi, khususnya pada sektor digital dan ekonomi hijau. Karena itu, pelatihan vokasi diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk pada bidang-bidang baru seperti energi terbarukan dan smart farming.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bahwa durasi pelatihan disesuaikan dengan jenis kompetensi yang diberikan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi yang dapat digunakan saat memasuki pasar kerja.
“Ini yang kita harapkan menjadi daya saing, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada industri. Ini loh, kemampuan saya. Inilah upaya kita bersama untuk meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita,” ujar Yassierli.
Tahun ini, Program Pelatihan Vokasi Nasional menargetkan sekitar 340.000 peserta. Target tersebut terdiri atas 70.000 peserta melalui alokasi APBN existing dan tambahan 270.000 peserta melalui program stimulus ekonomi Semester II 2026. Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan.
[Kemensetneg/rel]












