Masyarakat Mulai Berburu Perak, Diam-diam Tinggalkan Emas

Foto ilustrasi perak batangan

MAJALAHCEO.co.id, Medan — Trend beli emas tidak lagi seramai sebelumnya. Dua bulan lalu masyarakat rela antre berjam-jam sejak dini hari guna membeli emas. Para pedagang logam mulia di Gold Center Cikini, Jakarta Pusat, menceritakan kondisi penjualan saat ini yang relatif normal dibandingkan dua bulan lalu.

“Masih sih, masih banyak yang beli. Justru kemarin pas lagi naik, banyak yang beli. Justru sekarang agak turun, malah yang biasa saja belinya,” ucap Isma, salah satu pedagang emas kepada pers, medio Juni 2025.

Isma juga mengatakan, salah satu alasan saat ini pembeli emas kembali normal adalah konsumen lebih mencari emas saat harga tinggi dibandingkan saat harga emas bergerak normal atau terkoreksi.

“Justru pas lagi tinggi, belinya rebutan, dan pas harga sudah normal, sudah biasa saja nggak ada yang rebutan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, kebanyakan konsumen membeli emas seberat 5 gram pada normalnya. Namun saat trend kemarin, dirinya menerima pembelian emas bisa lebih dari jumlah tersebut, bisa 10, 25, 100, 50 (gram).

Senada dengan Isma, Nendia, salah satu penjual emas juga mengalami hal sama. Mulai ada normalisasi penjualan emas saat ini. Meskipun melandai, dia mengatakan secara umum trend penjualan emas masih lebih kuat tahun ini ditimbang tahun kemarin.

“Kalau dibanding yang kemarin (trend borong emas setelah Lebaran) lebih banyak kemarin. Tapi daya beli emas ya masih tinggi walaupun tidak seheboh yang kemarin (trend borong emas setelah Lebaran),” ucap Nendia kepada pers.

Di sisi lain, terjadi buyback emas atau penjualan kembali emas oleh masyarakat. Penyebabnya adalah harga emas yang tinggi sehingga menjadi peluang mengeruk keuntungan dari jual emas yang telah investasi lama.

Salah satu investor yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku jual emas yang disimpan sejak 2017 saat harga tinggi.

“Saya simpan sejak 2017. Awalnya mau buat tabungan tapi lihat harga emas mahal jadi dijual (emas),” ucapnya, medio Juni 2025.

Nendia mengatakan, perak justru kini menjadi alternatif masyarakat untuk investasi saat harga emas melonjak tinggi. Pasalnya harga perak lebih murah ketimbang emas meskipun sama-sama bertajuk logam mulia.

“Sejak awal tahun ini (pembelian perak), sampai harus inden,” ucapnya.

Nendia mengatakan, alasan perak mulai dibeli karena lebih murah dibandingkan emas untuk investasi dan harganya yang mulai naik signifikan, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, Minggu (29/6/2025) pagi.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *