Spirit  

Motivasi Ekstrinsik dan Penurunan Kinerja

Syahril Syam

Oleh: Syahril Syam *)

Motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk melakukan suatu tindakan atau pekerjaan yang didasarkan pada faktor-faktor eksternal, seperti penghargaan, pujian, atau ancaman hukuman. Bentuk-bentuk motivasi ekstrinsik dapat bervariasi, tetapi umumnya dikategorikan sebagai imbalan atau konsekuensi yang berasal dari luar diri. Bisa berupa gaji, bonus, hadiah, piala, penghargaan, atau pengakuan sosial. Segala hal di luar diri kita yang memicu lahirnya dorongan bertindak disebut sebagai motivasi ekstrinsik.

Penelitian yang dilakukan oleh Teresa Amabile, seorang psikolog dan profesor di Harvard Business School, menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik bisa menyebabkan terjadinya penurunan kinerja. Amabile menemukan bahwa ketika seseorang terlalu fokus pada motivasi ekstrinsik seperti hadiah, piala, atau penghargaan, terutama jika itu satu-satunya tujuan mereka, maka kreativitas mereka sering kali berkurang. Ini karena fokusnya beralih dari menikmati proses kreatif itu sendiri ke tujuan akhir mendapatkan hadiah. Pemberian penghargaan yang berlebihan juga dapat mengubah pendekatan seseorang terhadap pekerjaan, menjadikannya lebih mekanis dan kurang inovatif.

Ketika seseorang lebih termotivasi oleh imbalan ekstrinsik, seperti penghargaan atau pengakuan, mereka cenderung lebih berfokus pada hasil akhir daripada menikmati atau mendalami proses kreatif itu sendiri. Hal ini dapat membatasi eksplorasi ide-ide baru dan inovatif karena ada tekanan untuk mencapai hasil tertentu yang mungkin sudah diharapkan oleh pemberi imbalan. Penelitian Amabile juga menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik bisa menekan motivasi intrinsik, yaitu dorongan untuk melakukan sesuatu karena minat pribadi atau kesenangan dalam tugas tersebut. Ketika motivasi intrinsik berkurang, seseorang menjadi kurang bersemangat untuk bereksperimen atau berpikir kreatif. Mereka lebih cenderung bermain aman dan mengikuti pola yang sudah ada demi mendapatkan penghargaan.

Motivasi ekstrinsik juga bisa menyebabkan Efek Overjustification, yaitu fenomena yang terjadi ketika seseorang yang sebelumnya termotivasi oleh alasan intrinsik mulai kehilangan minat setelah diperkenalkan dengan motivasi ekstrinsik. Misalnya, jika seseorang yang suka melukis karena hobi tiba-tiba diberikan insentif untuk melukis demi uang atau piala, kesenangan intrinsiknya dalam melukis bisa berkurang karena dorongan utama kini menjadi imbalan eksternal. Penghargaan ekstrinsik, terutama yang dikaitkan dengan kompetisi atau ekspektasi yang tinggi, juga dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan. Ketika seseorang merasa terus-menerus diawasi atau diharapkan menghasilkan sesuatu yang spektakuler demi mendapatkan pengakuan, mereka sering kali mengalami stres berlebihan.

Stres yang dihasilkan dari ekspektasi dan penghargaan dapat memengaruhi kinerja secara negatif. Alih-alih memfokuskan diri pada tugas itu sendiri, seseorang lebih cenderung merasa cemas tentang kegagalan atau tentang tidak memenuhi standar yang diharapkan. Selain itu, dalam lingkungan yang sangat kompetitif dan di bawah tekanan imbalan ekstrinsik, seseorang cenderung menghindari risiko karena takut gagal. Mereka lebih suka mengambil pendekatan yang lebih aman, yang sudah terbukti berhasil, daripada mencoba hal-hal baru yang lebih kreatif dan inovatif. Ini menyebabkan stagnasi dalam kinerja dan berkurangnya inovasi. Namun, jika penghargaan diberikan secara bijaksana dan tidak terlalu menekan, mereka bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk mendukung kinerja, terutama dalam tugas-tugas yang lebih rutin atau terstruktur.

 

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *