Belum ada di dunia ini yang bisa mengalahkan rekor dunia dari Joe Girard dalam penjualan mobil terbanyak berbasis eceran. Girard memberikan tips bahwa kesuksesannya bisa dicapai karena kerja keras, yang didefinisikan sebagai memaksimalkan “saat ini dan hari ini”. Saat Girard berada di momen “saat ini” di area jam kerjanya, maka ia akan memaksimalkan betul hari kerjanya tersebut. Makanya Girard menceritakan salah seorang teman kerjanya – sesama wiraniaga – yang walau telah mempunyai alat manajemen yang paling rinci sekalipun, namun sulit menandingi rekor Girard ketika malas bekerja dan tidak fokus 100 persen.
Salah seorang wiraniaga Girard pernah berhasil mengumpulkan 85 prospek yang berjanji akan membeli mobil atau truk baru. Namun apa yang terjadi? Wiraniaga tersebut hanya mampu menyelesaikan tiga dari 85 prospek. Menurut Girard, ia banyak menemukan wiraniaga yang awalnya bekerja keras dan memanfaatkan waktu dengan baik. Kemudian selama beberapa minggu, mereka menikmati hasil-hasil bagus. Tiba-tiba saja mereka merasa begitu hebat sehingga merasa segala sesuatunya akan terjadi secara otomatis. Mereka mulai berleha-leha, dan akhirnya mereka mulai mengurangi usaha mereka dan kembali menjadi malas.
Apa yang disampaikan Girard adalah benar dan memang seperti itulah faktanya. Namun sesungguhnya, itu hanya yang nampak di permukaan saja. Dan karenanya, itulah yang dilihat Girard kepada para wiraniaga lainnya. Yang terjadi di bawah sadar para wiraniaga tersebut adalah adanya pola-pola penjualan atau kesuksesan yang tidak maksimal. Karena bawah sadar mengontrol dan mengarahkan setiap tindakan hingga 99 persen, maka pola apapun yang berada di bawah sadar, seseorang akan bertindak dan berperilaku berdasarkan pola-pola tersebut.
Setiap manusia akan selalu merespons orang, benda, tempat, waktu, atau peristiwa sesuai dengan sirkuit saraf yang sudah sangat familiar di otak dan tubuhnya. Sehingga sirkuit saraf ini telah menjadi suatu pola yang menentukan bagaimana cara kita bersikap dan berperilaku. Ketika bawah sadar seorang wiraniaga telah terbentuk pola penjualan tiga mobil sebulan, maka ketika targetnya telah terpenuhi di bulan tersebut, bawah sadarnya akan membuat ia menjadi berleha-leha. Atau kalau ia ternyata melampaui target bawah sadarnya berupa enam mobil di suatu bulan, maka yang sering terjadi adalah di bulan berikutnya ia tidak memperoleh satupun penjualan mobil, karena pola-pola bawah sadarnya mengatakan bahwa ia telah mencapai target tiga mobil per bulan. Dimana jika mencapai enam penjualan di bulan ini, maka bulan berikutnya tidak perlu lagi ada penjualan.
Pola-pola bawah sadar inilah yang cenderung membuat seseorang menjadi mudah berleha-leha ketika target bawah sadarnya terpenuhi. Dan ini bukan target perusahaan, melainkan target pikiran bawah sadar dari seorang wiraniaga. Nah, secara umum ada dua cara untuk merubah pola-pola target bawah sadar. Pertama, dengan menggunakan kehendak bebas dan secara sadar berusaha dan berupaya melalui tindakan rutin untuk meng-instal pola-pola target baru. Atau cara kedua berupa meng-instal langsung bawah sadar dengan teknik yang tepat.
Mungkin karena Joe Girard memiliki keyakinan dan ketekunan yang kuat, sehingga ia menggunakan cara pertama dalam menaikkan target di bawah sadarnya. Girard sejak semula telah memajang fotonya yang sedang menyemir sepatu saat masih berusia 9 tahun. Foto tersebut senantiasa mengingatkan dan menjaganya agar tetap bersahaja dan tidak jumawa. Foto itu membuatnya tidak pernah lupa darimana asalnya, dan karenanya menjadi semangat pendorong untuk terus mengambil “action” sekaligus menjadi bagian dari proses meng-upgrade target-target di bawah sadarnya. Cara seperti ini memang bisa berhasil pada sebagian orang, namun kebanyakan orang seseungguhnya membutuhkan cara kedua, yaitu membutuhkan seorang terapis yang mampu meng-instal pola-pola target baru di bawah sadarnya secara langsung.
@pakarpemberdayaandiri






