Oleh: Syahril Syam *)
Stres adalah respons tubuh terhadap tekanan fisik, emosional, atau mental. Ini adalah reaksi alami yang membantu kita menghadapi situasi yang menantang atau berbahaya. Dalam konteks ini, stres bernilai positif karena memberi sinyal kepada kita untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah dan tantangan kehidupan. Adrenalin merupakan salah satu hormon yang dilepaskan oleh tubuh sebagai respons terhadap situasi stres.
Adrenalin ini kemudian mempersiapkan tubuh untuk bereaksi terhadap ancaman atau tantangan dengan meningkatkan denyut jantung, mempercepat pernapasan, meningkatkan aliran darah ke otot, serta meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Dalam konteks memecahkan masalah, adrenalin dapat memberikan dorongan energi dan fokus tambahan yang memungkinkan kita untuk menghadapi masalah dengan lebih efektif dan cepat.
Stres menjadi berbahaya ketika terjadi pelepasan adrenalin yang berlebihan, yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang. Paparan terus-menerus terhadap tingkat adrenalin yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan tidur, masalah pencernaan, tekanan darah tinggi, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan mengingat informasi, kesulitan membuat keputusan, melemahkan sistem kekebalan tubuh, kecemasan, hingga depresi.
Sayangnya, stres yang berbahaya atau stres kronis berkelanjutan cenderung tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang seringkali berkata bahwa ia tidak stres, namun ia menderita berbagai penyakit yang justru berkaitan dengan stres kronis (stres negatif). Penting untuk disadari bahwa stres terjadi karena adanya ancaman atau stresor, yaitu segala hal atau situasi yang dapat menyebabkan stres pada seseorang. Bisa berupa rangsangan eksternal atau internal. Apapun yang menggangu (menjadi ancaman) kesejahteraan hidup dan zona nyaman seseorang, maka itulah stres.
Seseorang bisa saja merasa terganggu oleh hal-hal sepele sehingga kemudian menjadi khawatir, panik, dan cemas. Terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang tidak sesuai harapan dari orang, benda, tempat, peristiwa, dan waktu, kemudian merasa jengkel, kecewa, marah, sedih, kesal, dan berbagai perasaan destruktif, maka sesungguhnya telah mengalami stres. Dan model stres seperti inilah yang berbahaya karena sering terjadi dan berkelanjutan. Artinya perasaan-perasaan destruktif tadi sering dialami sehari-hari, sehingga pada saat itu terjadi paparan stres negatif yang bersifat rutin. Makanya disebut dengan stres kronis berkelanjutan.
Itulah sebabnya, untuk mengetahui apakah rutin mengalami stres kronis atau stres negatif, maka cek perasaan sendiri. Jika setiap hari rutin merasa marah, jengkel, kecewa, khawatir, panik, atau sakit hati, maka itu berarti sedang mengalami stres kronis berkelanjutan, yaitu mengalami tingkat stres yang tinggi secara terus-menerus atau berulang dalam jangka waktu yang panjang. Inilah yang di kemudian hari akan menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Makanya jangan heran, biasanya seseorang mulai mengalami berbagai penyakit di saat usianya telah menginjak 30 tahun ke atas. Karena selama ini ia telah rutin mengalami stres negatif. Bahkan di zaman milenial ini, ada begitu banyak remaja yang juga sudah mengalami berbagai penyakit, yang cenderung disebabkan oleh stres negatif yang sangat tinggi, yang terjadi pada dirinya disetiap hari.
@pakarpemberdayaandiri






