Oleh: Syahril Syam *)
Robert Eisenberger adalah seorang profesor psikologi sosial yang telah melakukan banyak penelitian dan mengajar di Universitas Houston. Salah satu penelitiannya terkait “kerja keras yang dipelajari”. Dalam penelitian ini, Eisenberger memberikan uang kecil kepada siswa kelas dua dan tiga untuk menghitung benda, mengingat gambar, dan mencocokkan bentuk. Untuk beberapa anak, Eisenberger meningkatkan dengan pesat tingkat kesulitan tugas-tugas ini seiring dengan semakin mahirnya anak-anak itu. Sedangkan anak-anak yang lain berulang kali mendapatkan versi mudah dari tugas yang sama.
Kedua kelompok anak itu tetap diberikan uang kecil dan pujian. Kemudian, anak-anak yang berada dalam dua kondisi yang berbeda tersebut, diminta untuk melakukan tugas yang membosankan dan sepenuhnya berbeda dari tugas sebelumnya, yaitu menyalin beberapa kata pada selembar kertas. Eisenberger menemukan bahwa anak-anak yang berlatih untuk melakukan tugas yang sulit bekerja lebih keras dalam tugas menyalin ini, dibandingkan anak-anak yang sebelumnya mendapatkan tugas yang lebih mudah. Semakin besar tantangan yang berhasil ditaklukkan akan membuat kita menjadi lebih tahan terhadap tantangan-tantangan kehidupan berikutnya.
Hal yang sama bisa kita perhatikan pada orang-orang tua dulu. Karena disaat kecil dan dimasa remaja, mereka lebih sering bekerja keras dalam kehidupan sehari-hari, maka orang-orang tua ini disaat sudah tua, masih mampu untuk tetap bekerja pada tugas-tugas rutin yang membosankan. Bahkan mereka akan merasa pegal jika tidak bekerja walau hanya sekadar membersihkan halaman rumah. Kerasnya tantangan kehidupan di saat mereka masih kecil, telah membuat mereka tahan banting di kala tua.
Itulah sebabnya, fungsi utama dari tantangan hidup adalah agar kita bisa naik kelas. Dengan kata lain, derajat jiwa dan tubuh kita menjadi lebih tinggi. Ketahanan diri untuk tetap konsisten bekerja keras walau itu pekerjaan yang membosankan adalah bukti bahwa derajat jiwa mengalami peningkatan. Ketahanan tubuh pun mengalami peningkatan dengan tetap fit dan bugar walau telah memasuki usia senja. Tantangan membuat kita naik level, baik pada jiwa maupun pada tubuh kita.
Tidak akan pernah seorang siswa naik kelas jika ia tidak menaklukkan tantangan (ujian) yang diberikan kepadanya. Semakin besar tantangannya, maka semakin terasah jiwanya (menjadi semakin cerdas). Maka pada dasarnya kehidupan ini senantiasa dirancang untuk selalu ada tantangan. Karena tantangan hidup akan membuat jiwa (diri) kita mengalami perubahan berkelanjutan ke arah yang semakin menyempurna. Menghindari tantangan hidup akan membuat jiwa (diri) menjadi mudah rapuh, yang akhirnya lebih mudah jatuh ke dalam kecemasan dan depresi akut.
@pakarpemberdayaandiri






