MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto mengatakan Indonesia dapat dengan mudah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Pernyataan itu Prabowo sampaikan di Forum Ekonomi Qatar pada Rabu, 15 Mei 2024. Ia mengatakan Indonesia tidak proteksionis.
Pada Oktober 2024 mendatang, Prabowo Subianto akan mengambil alih kepemimpinan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara yang berpenduduk 270 juta jiwa. Sebagai presiden, Ia berjanji untuk mengentaskan kemiskinan dan melanjutkan kebijakan Presiden Joko Widodo, dalam mengolah komoditas alam di dalam negeri.
Berbicara di forum tersebut, Prabowo mengatakan Indonesia dapat dengan mudah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam waktu 2 hingga 3 tahun.
Perekonomian Indonesia tumbuh tahunan sebesar 5,11 persen pada kuartal Januari-Maret, tingkat pertumbuhan tertinggi dalam tiga kuartal, menurut data pemerintah awal bulan ini.
Prabowo mengatakan dia akan menjunjung tinggi tradisi manajemen fiskal yang hati-hati, dengan mengatakan dia bermaksud menjaga batas defisit fiskal pada 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
“Ini soal memfokuskan kembali dan mengurangi limbah, mengurangi alokasi untuk kegiatan yang tidak penting,” katanya.
Prabowo juga mengatakan kebijakan hilirisasi akan menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi ke depan. Prabowo mengatakan hilirisasi masih akan membutuhkan waktu beberapa tahun.
Ia pun menyorot salah satu aspek yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun pertama pemerintahannya ialah dengan pertanian dan pangan (produksi dan distribusi) serta energi.
“Kita ingin go-green dengan cara yang sangat cepat. Kita ingin memproduksi diesel dari minyak kelapa sawit dan ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat,” ungkap Prabowo.
“Selama ini kita mengimpor 20 miliar dolar AS setiap tahun untuk diesel. Jadi, dapat dibayangkan penghematan yang akan kita dapat jika kita beralih ke biofuel,” sambungnya.
Prabowo menekankan, kebijakan hilirisasi untuk mengecilkan impor pun bukan berarti menjadikan Indonesia sebagai negara yang menganut konsep ekonomi proteksionis. Ia ingin Indonesia menjadi negara industri yang maju dan tidak melulu menjadi sekadar eksportir bahan mentah.
“Sekarang saya pikir inilah saatnya untuk lebih berani dalam menerapkan tata pemerintahan yang baik.” kata Prabowo.
[syam/red]










