Spirit  

Mengapa Muncul Penyakit Pada Tubuh?

Syahril Syam

Oleh: Syahril Syam *)

Semua atom di dunia unsur memancarkan berbagai energi elektromagnetik. Sebuah atom dapat mengeluarkan medan energi yang tidak terlihat pada frekuensi yang berbeda yang mencakup sinar-X, sinar gamma, sinar ultraviolet, dan sinar inframerah, serta sinar cahaya tampak. Dan setiap frekuensi yang berbeda juga membawa beragam informasi spesifik. Sama halnya dengan frekuensi gelombang radio yang membawa informasi yang berbeda-beda. Dengan gelombang radio memungkinkan untuk berkomunikasi jarak jauh dengan mudah, seperti pada radio, televisi, dan walkie talkie, dengan spesifik frekuensinya masing-masing.

Walhasil semua medan ini adalah pola energi yang berbeda yang selalu memberikan informasi pada tingkat atom. Dua frekuensi berbeda yang masing-masing membawa informasi berbeda dan karenanya memiliki kualitas yang berbeda. Sinar-X berperilaku berbeda dari gelombang radio dan karenanya memiliki karakteristik bawaan yang berbeda.

Dalam fisika kuantum, materi didefinisikan sebagai partikel padat, dan medan informasi energik immaterial dapat didefinisikan sebagai gelombang. Ketika kita mempelajari sifat fisik atom, seperti massa, atom terlihat seperti materi fisik. Semakin lambat frekuensi getaran atom, semakin banyak waktu yang dihabiskannya dalam realitas fisik dan semakin tampak sebagai partikel yang dapat kita lihat sebagai materi padat.

Alasan materi fisik tampak padat bagi kita, meskipun sebagian besar energi, adalah karena semua atom bergetar pada kecepatan yang sama dengan kita. Kalau pernah nonton film The Flash, ketika ia bergerak sangat cepat, orang-orang di sekitarnya melihatnya laksana cahaya. Sedangkan kita sebagai penonton, saat melihat gerakan Flash pada momen percepatan yang diperlambat, maka kita tetap bisa melihat wujud asli Flash sebagai sebuah organ padat. Atau kalau misalnya gerakan kita juga bisa sama dengan kecepatan gerakan Flash, maka kita akan tetap bisa melihat Flash sebagai manusia utuh dan bukan sebagai cahaya. Jadi, frekuensi yang lebih lambat menghabiskan lebih banyak waktu di dunia material dan dengan demikian muncul sebagai materi padat.

Karena semuanya terbuat dari atom, maka semua materi di alam semesta memancarkan tanda energi unik yang spesifik. Itu berarti kita juga memancarkan tanda tangan energi spesifik kita sendiri. Kita semua selalu menyiarkan informasi sebagai energi elektromagnetik, berdasarkan keadaan keberadaan kita. Tubuh kita terdiri dari susunan atom dan molekul yang sangat banyak, dimana atom dan molekul ini membentuk bahan kimia. Bahan kimia itu tersusun menjadi sel, yang membentuk jaringan yang selanjutnya diatur menjadi organ, yang menciptakan berbagai sistem di dalam tubuh kita. Bahan kimia yang membentuk sel juga berbagi bidang informasi. Bidang informasi tak kasat mata itulah yang mengatur ratusan ribu fungsi sel pada detik tertentu.

Saat berbagi bidang informasi, terjadi pengaturan materi agar berfungsi secara harmonis dan holistik. Jadi medan yang tercipta yang melahirkan materi itulah yang mengendalikan materi. Semakin besar medannya, semakin cepat atom bergetar. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar interaksi antar sel terjadi lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Ini berarti sel harus berkomunikasi melalui medan kuantum. Dengan kata lain, munculnya ketidakharmonisan sel tubuh (penyakit) adalah karena terjadi penurunan frekuensi yang menyebabkan semakin banyak partikel dan semakin sedikit gelombang.

Saat seseorang stres kronis berkesinambungan, yang terjadi adalah bahan kimia untuk merespons stres menyebabkan seseorang menjadi lebih banyak materi dan lebih sedikit energi. Karena menggunakan energi vital yang mengelilingi sel secara berlebihan dengan memobilisasinya untuk keadaan darurat.

Ketika keadaan ini terjadi dalam waktu lama, efek jangka panjangnya terus memperlambat frekuensi tubuh sehingga menjadi semakin banyak partikel dan semakin sedikit gelombang. Itu berarti semakin sedikit kesadaran, energi, dan informasi yang tersedia untuk dibagikan oleh atom, molekul, dan bahan kimia. Semua sistem subatomik individu yang membentuk tubuh mulai bergetar tidak hanya lebih lambat, tetapi juga keluar dari ritme satu sama lain. Ini menciptakan inkoherensi antara atom dan molekul tubuh, yang menyebabkan sinyal komunikasi melemah sehingga tubuh mulai rusak, bergerak menuju ketidakteraturan dan kehancuran.

Akan berbeda halnya ketika kita melampaui mental stres dengan pikiran dan perasaan konstruktif. Pada saat ini kita meningkatkan frekuensi struktur atom diri dan menciptakan tanda elektromagnetik yang lebih koheren dan disengaja. Kita memengaruhi materi fisik tubuh kita dengan meningkatkan energi, sehingga frekuensi yang meningkat mulai menarik atau mengatur sel-sel tubuh kita menjadi lebih sedikit partikel (materi) dan lebih banyak gelombang (energi).

Dengan kata lain, semua materi kita memiliki lebih banyak energi atau lebih banyak informasi. Karena frekuensi yang lebih tinggi dan lebih koheren menjadikan kita sehat. Menjadikan bahan kimia dan sel, jaringan dan organ, dan sistem tubuh untuk berfungsi dari bidang informasi yang lebih terorganisir. Menyebabkan semakin baik dan semakin dalam sinyal elektromagnetik yang diterima sel. Mengingat sel seratus kali lebih sensitif terhadap sinyal elektromagnetik (energi) daripada sinyal kimia, dan sinyal inilah yang mengubah ekspresi DNA.

@pakarpemberdayaandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *