Serangan AS ke Iran Menuai Reaksi Dunia

Presiden AS Donald Trump

MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk di Isfahan dan Arak, pada Minggu [22/6]. Serangan ini dilaporkan bertujuan untuk menghambat kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir.

Dalam sebuah postingan di media sosial, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS telah melakukan serangan “sangat sukses” terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan dan bahwa semua pesawat kini telah keluar dari wilayah udara Iran.

“Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran,” kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.

Setelah melakukan serangan, Trump mengatakan, Iran pembuat onar di Timur Tengah, kini harus memilih jalan damai. Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran, kata Trump, berhasil dihancurkan total.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan tersebut keterlaluan dan menegaskan bahwa Iran berhak mempertahankan kedaulatannya.

“Peristiwa pagi ini adalah tindakan kriminal yang melanggar hukum dan akan membawa konsekuensi abadi,” tulisnya di media sosial.

Ia juga mengatakan bahwa AS dan Israel telah melewati “garis merah besar”. Ia pun mengumumkan akan bertolak ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dunia merespon tindakan Amerika Serikat yang menyerang Iran, seperti dikutip dari AFP.

Uni Eropa, meminta semua pihak untuk menahan diri. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Melalui postingan di X, dia menulis, Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir. Eskalasi lebih lanjut harus dicegah.

Sementara Rusia menyebut serangan Amerika Serikat ke Iran adalah serangan tidak bertanggung jawab.

Kementerian Luar Negeri Rusi mengecam keras serangan AS, dan menyebutknya tidak bertanggung jawab dan pelanggaran terhadap hukum internasional.

“Ini adalah eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas regional dan global,” ucapnya.

Ukraina: Sinyal tegas

Ukraina menyambut serangan tersebut sebagai langkah yang “dibenarkan” untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Respon juga datang dari PBB, yang menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya.

Sekretatis Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut serangan Amerika Serikat sebagai eskalasi yang berbahaya di kawasan yang sudah berada di ambang perang.

“ Tidak ada solusi militer. Harapan satu-satunya adalah diplomasi dan perdamaian,”

Organisasi Kerjasama Islam [OKI] meminta untuk mengutamakan dialog.

OKI memperingatkan bahwa serangan ini berpotensi meningkatkan ketegangan dan mengancam keamanan kawasan. OKI menyerukan dialog dan pendekatan damai.

Inggris: Prioritaskan stabilitas.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meminta Iran ke jalur diplomasi.

“ Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir, dan tindakan AS bertujuan mengurangi ancaman itu,” katanya.

Prancis: Tahan diri. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan rapat dewan pertahanan nasional dan mendesak semua pihak untuk menahan diri guna mencegah meluasnya konflik.

China: Segera hentikan serangan

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengecam keras serangan AS dan menyerukan semua pihak, terutama Israel untuk segera menghentikan tembakan.

Arab Saudi menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap Iran.

“ Kerajaan menyerukan pengendalian diri dan pencegahan eskalasi lebih lanjut”.

Sementara Pakistan menilai bahwa AS telah melanggar hukum internasional

Pakistan mengecam serangan AS sebagai pelanggaran norma hukum internasional.

“Iran punya hak untuk membela diri sesuai piagam PBB,” tegas Kementerian Luar Negeri Pakistan.

[Jgd/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *