Oleh: Syahril Syam *)
George Engel pada tahun 1977 memperkenalkan model Biopsikososial, dimana kesehatan tidak dapat sepenuhnya dipahami hanya dari sudut pandang biologis, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek psikologis dan sosial. Ada saling ketergantungan yang kuat antara kesehatan mental dan fisik dalam konteks sosial. Dan ternyata, penelitian selama beberapa dekade terakhir telah mengonfirmasi paradigma ini. Sebagai contoh, depresi digambarkan sebagai faktor risiko yang relevan secara klinis untuk penyakit arteri koroner (jantung koroner). Selain itu, orang yang menderita penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi untuk gangguan suasana hati dibandingkan dengan orang yang tidak menderita penyakit jantung.
Jaringan Otonom Pusat (Central Autonomic Network, CAN) adalah sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis tanpa kesadaran atau kontrol sadar. Jaringan ini terdiri dari struktur dan jalur saraf yang berperan dalam mengatur fungsi-fungsi otonom tubuh, seperti detak jantung, tekanan darah, pencernaan, dan pernapasan. CAN bekerja pada bagaimana berbagai bagian otak terintegrasi untuk mengontrol fungsi otonom secara keseluruhan. CAN merupakan jaringan otak dan struktur saraf yang mengatur dan memproses fungsi-fungsi otonom tubuh.
Beberapa komponen kunci dari CAN meliputi: Hipotalamus yang mengatur berbagai fungsi otonom seperti suhu tubuh, rasa lapar, dan ritme sirkadian; Medula Oblongata yang mengatur fungsi vital seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan; Midbrain (Otak Tengah) yang mengatur berbagai fungsi motorik dan sensorik yang juga dapat memengaruhi fungsi otonom; juga Korteks Prefrontal dan Limbik yang mengatur emosi, pengambilan keputusan, dan memori yang dapat memengaruhi respons otonom tubuh.
Autonomic Nervous System (ANS), yang biasa juga disebut sistem saraf otonom, adalah bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis, seperti detak jantung, pernapasan, dan pencernaan. Ini bekerja tanpa kita sadari dan memiliki dua bagian utama, yaitu Sistem Saraf Simpatik yang aktif saat kita menghadapi stres atau bahaya. Ini membuat detak jantung meningkat dan tekanan darah naik; dan Sistem Saraf Parasimpatik yang aktif saat kita rileks dan merasa tenang. Ini menurunkan detak jantung dan membantu tubuh kita kembali ke keadaan normal.
Bayangkan CAN sebagai “manajer” yang mengatur respons tubuh kita terhadap berbagai interaksi sosial, seperti berbicara dengan teman, menghadapi konflik, atau menghadiri acara sosial. Ketika kita menghadapi situasi yang menegangkan atau emosional (misalnya berbicara di depan umum atau menghadapi konflik), CAN memproses informasi tersebut dan memberi tahu ANS bagaimana merespons. Misalnya, CAN akan mengarahkan ANS untuk meningkatkan detak jantung dan tekanan darah agar kita siap menghadapi tantangan tersebut. Setelah situasi stres berakhir, CAN juga membantu ANS untuk kembali ke keadaan tenang. Ini berarti CAN membantu ANS menurunkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga kita merasa lebih santai setelah menghadapi stres. CAN membantu mengelola emosi kita dengan mengatur respons ANS.
Karena CAN adalah jaringan di otak yang mengatur bagaimana ANS merespons perasaan dan situasi, maka jika CAN dan ANS berfungsi dengan baik, kita bisa mengelola emosi dan stres dengan lebih efektif. Ini berarti kita dapat menghadapi situasi sosial dengan lebih baik, yang mengurangi risiko mengalami gangguan mental seperti kecemasan atau depresi. Di sisi lain, respons ANS yang tidak teratur atau terlalu ekstrem (misalnya, terlalu banyak aktivasi sistem saraf simpatik) dapat memengaruhi kesehatan fisik. Ini bisa menyebabkan masalah seperti hipertensi atau gangguan tidur.
CAN dan ANS bekerja bersama untuk mengatur bagaimana tubuh kita merespons perasaan dan situasi sosial. George Engel mengingatkan kita bahwa kesehatan kita dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Dalam konteks sosial, CAN membantu ANS mengelola respons terhadap stres dan emosi, yang berdampak pada kesehatan mental dan fisik kita. Dengan CAN yang berfungsi baik, kita bisa mengelola stres sosial dengan lebih baik, menjaga keseimbangan emosi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, cara kita merasakan dan menilai situasi sosial atau emosional memengaruhi bagaimana CAN mengatur respons tubuh melalui ANS. Karenanya, CAN mencerminkan kapasitas diri kita untuk mengatur emosi dan beradaptasi dengan tantangan lingkungan.
@pakarpemberdayaandiri






