Oleh: Syahril Syam
Manusia mempunyai program yang merupakan bawaan lahir. Disebut bawaan lahir karena program ini ada pada manusia tidak melalui usaha. Jika menjadi “ahli matematika” adalah program yang ada pada diri kita melalui usaha, maka hasrat dasar tubuh manusia hadir tanpa melalui usaha. Sejak lahir kita sudah memiliki program dasar ini. Berbagai hasrat untuk makan, minum, seks, dan menginginkan segala sesuatu, yang ditambah dengan gejolak untuk menguasai tanpa ingin dikuasai/ditindas, adalah hasrat dasar tubuh yang telah dimiliki semua manusia semenjak lahir. Program dasar tubuh ini bersifat default (pengaturan otomatis) pada diri kita.
Program dasar tubuh ini senantiasa menciptakan dorongan (hasrat) untuk memenuhinya. Makanya ketika terpenuhi kita akan merasa senang. Sayangnya, program dasar tubuh ini hanya tahu bagaimana cara untuk dipenuhi, tanpa melihat pada nilai benar-salah dan baik-buruk. Oleh sebab itu, jika secara terus menerus dipenuhi berbagai hasrat ini, akan menyebabkan lahirnya rasa candu. Ketika telah menjadi candu, maka dimulailah rusaknya kesehatan mental. Karena candu cenderung membuat seseorang dipenuhi rasa bersalah, penyesalan, kecemasan, stres, depresi, perasaan putus asa, kehilangan kontrol, ketergantungan, gangguan tidur, dan perubahan mood.
Semua emosi destruktif itu kemudian akan memengaruhi kelenjar ketiga terbawah, yaitu kelenjar adrenal, pankreas, dan gonad (seksual). Kelenjar adrenal terletak di bagian atas ginjal, dengan satu kelenjar berada di atas ginjal sebelah kiri dan yang lainnya di atas ginjal sebelah kanan. Berfungsi penting dalam berbagai proses tubuh, termasuk respons stres, regulasi metabolisme, dan keseimbangan elektrolit. Kelenjar pankreas terletak di bagian belakang rongga perut, di belakang lambung, yang berperan penting, baik dalam sistem pencernaan (sebagai kelenjar eksokrin yang memproduksi enzim pencernaan) maupun dalam pengaturan metabolisme (sebagai kelenjar endokrin yang memproduksi hormon seperti insulin dan glukagon). Kelenjar gonad yang meliputi ovarium dan testis, menghasilkan gamet (sel reproduksi) dan hormon seks yang penting untuk reproduksi dan perkembangan seksual. Berperan penting dalam reproduksi dan kesehatan seksual, serta memproduksi hormon yang memengaruhi berbagai aspek dari perkembangan dan fungsi tubuh.
Emosi di tubuh akan berubah menjadi energi. Maka saat seseorang yang tenggelam ke dalam candu hasrat dan amarah tubuhnya, akan cenderung dikuasai oleh perasaan-perasaan destruktif. Perasaan destruktif yang kemudian menjadi energi ini, ketika terjebak di ketiga kelenjar terbawah, maka akan mengganggu fungsi kelenjar tersebut dan organ tubuh yang terkait dengannya. Inilah yang kemudian menjadi sebab bagi gangguan pencernaan, gangguan ginjal, gangguan seksual, dan sistem kekebalan yang melemah sehingga memudahkan virus dan bakteri menginfeksi tubuh.
Dengan demikian, penting bagi kita untuk belajar bersyukur dan bersabar. Juga belajar untuk menenangkan diri ketika berada dalam situasi yang memicu hasrat, gairah, dan amarah. Menyadari bahwa ada hal-hal baik yang mesti dilakukan, akan membuat kita bisa menjadi sadar akan pentingnya hidup yang bermakna, dibandingkan hidup yang hanya berkutat pada pemuasan ego.
@pakarpemberdayaandiri






