Pengurus REI Komisariat Singkawang-Sambas Periode 2025-2028 Resmi Dilantik

MAJALAHCEO.co.id, Singkawang Kalbar – Pelantikan Pengurus Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Singkawang-Sambas. Berlangsung di Grand Ballroom Hotel Mahkota Singkawang, Selasa malam (10/02/2026).

Suasana pelantikan dengan Tema Sinergisitas Untuk Pembangunan Properti Yang Berkelanjutan. Dihadiri Forkopimda Kota Singkawang. Asisten I Pemkot Singkawang, Yulianus. Ketua DPD REI Kalimantan Barat H. Baharudin, S.E bersama jajaran dan para undangan. Serta tentu saja hadir Ketua REI Komisariat Singkawang-Sambas periode 2025-2028 Muhammad Iqbal, S.T. Bersama kepengurusan yang akan ia pimpin dan dilantik oleh Ketua DPD REI Kalimantan Barat.

Setelah pelatikan. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua DPD REI Kalimantan Barat Baharudin bersama pihak Pemerintahan Kota Singkawang. Tentang struktur pengurus REI Komisariat Singkawang-Sambas periode 2025-2028. Dijelaskan, Pengurus REI Komisariat Singkawang-Sambas baru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya setelah penandatangan SK tersebut.

Asisten I Pemerintah Kota Singkawang, atas nama Pemkot Singkawang mengucapkan selamat dan sukses. Dilantiknya Pengurus REI Komisariat Singkawang-Sambas periode 2025-2028.

Kepada Ketua REI Komisariat Singkawang-Sambas beserta jajaran pengurusnya, kata Yulianus, mempunyai tanggungjawab besar ikut menentukan arah pembangunan daerah yang mensejahterakan masyarakat di Kalimantan Barat khususnya di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya yang juga mewakili kehadiran Walikota Singkawang ini, Yulianus mengingatkan kepada REI maupun pengusahaan properti terkait, untuk lebih cermat dan lebih teliti dalam memperoleh ketersediaan lahan tanah untuk melakukan pembangunan.

Terpenting, sebutnya, lahan untuk membangun mesti memperhatikan tata ruang. Hal tersebut jika diabaikan, selain dapat merugikan pihak pengusaha itu sendiri, juga jika dipaksakan akan berdampak pada kerusakan alam.

Beberapa daerah tempat ditanah air, terjadi bencana alam. Hal tersebut, jelas Yulianus, salah satunya karena pembangunan yang dilakukan tidak memperhatikan tata ruang yang semestinya untuk pertanian, kehutanan sebagai keseimbangan alam, dipaksakan dibangunkan gedung perumahan dan semisalnya.

Apalagi di Singkawang, sebut Yulianus, terdiri dari pegunungan dan lautan. Sangat rawan, jika salah dalam penggunaan tata ruang-nya.

Untuk ketersediaan lahan di Singkawang bagi mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya mewujudkan 3 juta perumahan, jelas Yulianus, Pemkot Singkawang telah menyediakan lahan di daerah pinggiran pinggiran Kota Singkawang.

Muhammad Iqbal pada sambutannya, mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak. Ekosistem pengusaha properti di Singkawang dan Sambas, ucapnya, terjaga sangat baik. Tidak ada tumpang tindih antara yang muda dan yang senior.

“Jadi kita semuanya sama di sini. Tidak ada yang lebih tua usianya. Tapi semua kompak yang penting satu tujuan Real Estat Indonesia, agar pembangunan di Singkawang dan Sambas berjalan dengan baik. Mendukung kebutuhan masyarakat kita, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Untuk menunjang Asta Cita Prabowo Presiden kita. Yaitu mewujudkan tiga juta rumah untuk MBR, ” ujar Iqbal penuh semangat.

Setelah pelantikan, lanjut Muhammad Iqbal pengurus REI Komisariat Singkawang-Sambas akan menggelar cofee Morning atau sowan ke dinas dinas yang berhubungan dengan pembangunan perumahan. Terutama soal perizinan yang selama ini menjadi kendala kita, terhambat untuk MBR dalam mendapatkan akad. Maka kita, harap Iqbal, akan mencari solusi terbaik. Karena setiap aturan pasti dirumuskan dengan kebijakan yang baik. Dengan tujuan, MBR kita tidak dipersulit lagi. Asta Cita bapak Prabowo dapat terwujud.

“Karena jika tidak dijamin sinergi asosiasi perumahan dengan pemerintah atau pemda setempat, saya rasa sangat sulit. Maka dari itu judul pada pelantikan kita pada malam hari ini, Sinergitas Untuk Pembangunan Properti Yang Berkelanjutan. Jika tanpa sinergi itu saya rasa pembangunan di Kota Singkawang dan Sambas tidak bisa sejalan dengan cita cita Presiden kita yaitu Bapak Prabowo Subianto, ” ungkapnya.

Kalimantan Barat, ungkap Muhammad Iqbal lagi, mendapat predikat 10 besar untuk realisasi terbanyak se Indonesia. Dalam hal ini tentu sangat diperlukan kata Iqbal, sinergi yang baik antara asosiasi REI dengan Pemerintah.

Muhammad Iqbal menyinggung Pemda Kab. Kubu Raya peringkat pertama realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kalimantan Barat. Menyikapi hal tersebut, terang Iqbal, kita bukan berkompetisi. Tapi menjadi motivasi pengurus REI Komisariat Singkawang dan Sambas.

“Marilah kita sama-sama bersinergi untuk pembangunan Singkawang dan Sambas ini dengan tujuan mensejahterakan MBR. Tidak lagi mempersulit MBR, ” tegas Muhammad Iqbal.

(Ibnu Azan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *