MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Di tengah badai krisis, saat banyak usaha memilih berhenti, sosok ini justru meramu kegagalan menjadi pijakan keberhasilan. Dengan semangat pantang menyerah, inovasi tanpa batas, dan dedikasi yang tinggi, beliau berhasil membawa bisnisnya bangkit, bertahan, dan kini tumbuh lebih kuat.
L Makmur, sosok pengusaha sukses asal Landak, Kalimantan Barat. Makmur mengawali usahanya dari bawah.
“ Saya mengawali usaha dari bawah, dari nol. Sempat dipandang sebelah mata, diremehkan. Tapi, itu semua menjadi motivasi dan penyemangat saya untuk mencapai keberhasilan,” kata Makmur di Depok, usai menerima penghargaan Kinerja Award 2026, Sabtu 31 Januari 2026
Menurut Makmur, berjuang hingga sukses memerlukan kombinasi antara visi yang jelas, ketekunan, konsistensi, dan keberanian bangkit dari kegagalan. Strategi utamanya, kata dia, meliputi penetapan tujuan spesifik, peningkatan keterampilan, pengelolaan waktu, serta menjaga motivasi untuk terus berinovasi dan belajar.
“ Pantang menyerah adalah kunci, karena sukses seringkali membutuhkan waktu dan proses panjang,” tuturnya.
Makmur yang memiliki sejumlah bisnis ini berujar, kunci keberhasilan adalah disiplin, karena disiplin memastikan semua aturan, kebijakan dan kesepakatan dilaksanakan dengan penuh dedikasi dan motivasi tinggi. Disiplin mengutamakan ketegasan prinsip dan akuntabilitas yang memadai.
Sukses, kata dia, adalah buah dari kerja keras dan disiplin yang menjadi prinsipnya selama ini, sehingga mengantarkannya sebagai tokoh bisnis dan meraih penghargaan KINERJA AWARD 2026 atas dedikasi dan resiliensinya yang inspiratif.
“ Selain itu sangatlah penting adalah pendekatan kepada masyarakat, restu kedua orang tua, dan tak putus untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan ini,” ujarnya.
Makmur berujar, bahwa pengetahuan, pengalaman dan inspirasi adalah tiga jurus penting dalam memenangkan peluang. Tantangan apapun yang menghadang bisa diatasi dengan mengkombinasikan tiga jurus tersebut.
Sebelum meraih sukses seperti sekarang ini, Makmur telah melewati ‘perjalanan’ yang tidak mulus, penuh tantangan, penuh hinaan, bahkan sering pula dilecehkan.
“ Ketika saya menghadapi suatu ujian, saya selalu meyakini, bahwa Tuhan akan selalu ada di sisi hambaNya. Segala persoalan yang menghadang, saya selalu melabuhkan pada haribaan Tuhan. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang itu sendiri tidak berusaha mengubahnya,” demikian prinsip Makmur.
Makmur selalu berfikir, kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak. Ia, memang punya sikap dan prinsip yang jelas, selalu ingin maju.
Keberhasilan seseorang, menurut Makmur, disamping kerja keras terus menerus, juga sangat tergantung pada, pertama : kemampuan diri sendiri, kedua kesempatan untuk mengembangkan diri dan ketiga strategi untuk mencapai keberhasilan.
“ Yang penting asal mau berusaha, mengasah potensi dan jujur. Tetapi memang tidak setiap orang bisa mendapatkan kesempatan mengembangkan potensinya. Untuk mendapatkan kesempatan ini, jelas dibutuhkan strategi yang tepat. Strategi inilah yang akan menentukan apakah seseorang akan menjadi ‘risk taker’ (pengambil resiko) atau ‘risk orderer’ (pengatur resiko),” ungkapnya
Risk taker cenderung untuk berspekulasi tanpa mempertimbangkan secara cermat. Ia mencoba setiap kemungkinan. Sementara seorang ris ordener akan memperhitungkan risiko terkecil sekalipun terhadap rencana-rencana sesuai prinsip dasar ekonomi.
“ Kesuksesan seseorang sangat tergantung pada kemauannya yang kuat, rasa percaya diri yang tinggi, dan kemampuannya menghitung risiko. Kemauan akan mendorong kegigihan untuk berusaha, untuk bisa berhasil, bisa mencapai goal,” pungkas Makmur.
[ Jagad ]










