Hikmah Isra Miraj, Meningkatkan Keimanan

CEO Kinerja Group Risdiana Wiryatni

Catatan Risdiana Wiryatni *)

Kita baru saja memperingati Isra Mi’raj, sebuah peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad SAW.

Isra Miraj adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam ke langit untuk menerima perintah salat lima waktu. Kejadian ini terjadi dalam satu malam dan terbagi menjadi dua bagian: Isra, perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan Miraj, perjalanan spiritual ke langit hingga Sidratul Muntaha.

Sebagai momen penuh pelajaran, Isra mi’raj tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan seorang muslim. Melalui peristiwa ini, umat Islam diajak merenungkan keimanan, memperkokoh hubungan dengan Allah, dan menjalankan kewajiban sholat lima waktu yang menjadi inti syariat Islam.

Memahami Isra Mira’j, menghadirkan ruang permenungan untuk memperteguh hidup iman seseorang dalam membangun hubungan spiritual dengan Sang Illahi.

Isra Miraj memiliki tujuan mendalam dan mengandung hikmah yang relevan hingga kini untuk kehidupan umat Islam. Di antaranya yaitu:

Meningkatkan Keimanan

Isra Miraj adalah peristiwa yang menguji keimanan umat Islam, terutama pada saat Nabi Muhammad SAW menyampaikan kisah ini kepada para sahabat. Beberapa orang meragukan keaslian cerita tersebut, tetapi mereka yang memiliki iman kuat, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, langsung mempercayainya tanpa ragu.

Peristiwa ini juga menekankan pentingnya iman kepada hal-hal gaib, seperti keberadaan malaikat, Sidratul Muntaha, dan kebesaran Allah SWT yang melampaui logika manusia. Dengan merenungi peristiwa Isra Miraj, kita diajak untuk memperkuat kepercayaan kepada kebesaran Allah SWT dan mempercayai bahwa segala sesuatu yang datang dari-Nya memiliki tujuan baik.

Makna Salat dalam Kehidupan

Salat adalah salah satu pilar utama Islam yang diterima Nabi Muhammad SAW langsung dari Allah SWT pada peristiwa Isra Miraj. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya salat dalam hubungan antara manusia dan Allah SWT.

Makna salat tidak hanya sebatas ibadah ritual, tetapi juga mencakup:

Disiplin Waktu: Kewajiban salat lima waktu mengajarkan umat Islam untuk hidup teratur dan memprioritaskan waktu.

Keseimbangan Spiritual dan Fisik: Gerakan salat seperti rukuk, sujud, dan berdiri mencerminkan harmoni antara tubuh dan jiwa.

Komunikasi Langsung dengan Allah SWT: Salat adalah sarana umat Islam untuk menyampaikan doa, keluh kesah, dan rasa syukur langsung kepada Allah tanpa perantara.

Melalui salat, umat Islam diajak untuk menjadikan ibadah sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga kebutuhan spiritual.

Menguatkan Spiritualitas

Bagi Nabi Muhammad SAW, Isra Miraj terjadi pada masa-masa sulit dalam hidupnya, setelah kehilangan istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, yang selalu melindunginya. Peristiwa ini menjadi bentuk penghiburan dari Allah SWT untuk menguatkan mental dan spiritual Nabi dalam menjalankan tugas kenabian yang penuh tantangan.

Isra Miraj juga mengajarkan bahwa spiritualitas dapat menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi tekanan hidup. Umat Islam diajak untuk tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik atau materi, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Hikmah yang dapat diambil adalah:

Dalam setiap kesulitan, ada pertolongan Allah SWT yang tidak terduga.

Meningkatkan spiritualitas dapat memberikan ketenangan hati dan kekuatan untuk menghadapi segala cobaan.

Pentingnya menjadikan ibadah sebagai sumber motivasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Menteri Agama yang juga Imam Besar Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., dalam buku Kutbah-Kutbah Imam Besar, Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam yang memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dalam satu malam. Ada dua peristiwa yang terjadi yaitu:

  1. a) Isra: Perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini menunjukkan keistimewaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, serta pentingnya Masjidil Aqsa dalam Islam. Peristiwa ini oleh Imam Besar disebut sebagai sebuah perjalanan horizontal.
  2. b) Mi’raj: Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW naik ke langit (Sidratul Muntaha) hingga bertemu dengan Allah SWT. Dalam peristiwa ini, Nabi menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu, yang menjadi kewajiban bagi umat Islam. Peristiwa ini oleh Imam Besar disebut sebagai sebuah perjalanan vertikal.

Hikmah Isra Miraj sangat patut untuk diteladani karena sangat penting dalam sejarah Islam. Inilah hikmah Isra Miraj bagi umat Islam!

Memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT

Salah satu hikmah Isra Miraj dalam kehidupan sehari-hari adalah memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam peristiwa tersebut.

Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mampu melihat malaikat Jibril dengan wujudnya yang asli, ia memiliki enam ratus sayap hingga bisa menutup langit. Allah SWT juga memperlihatkan surga, neraka, dan beberapa keajaiban lainnya.

Membersihkan jiwa raga untuk menghadap Allah SWT

Hikmah Isra Mi’raj salah satunya adalah sebelum menghadap Allah SWT, jiwa dan raga kita harus dalam keadaan bersih dari segala kotoran dan najis.

Diriwayatkan, sebelum melakukan perjalanan Isra Mi’raj, malaikat membelah dada Nabi Muhammad SAW untuk dibersihkan hatinya menggunakan air zam-zam. “Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci  dengan air zam-zam, kemudian dikembalikan ke tempatnya den memenuhinya dengan iman dan hikmah”. (HR Bukhari).

Pentingnya persoalan shalat

Hikmah Isra Miraj selanjutnya adalah pentingnya persoalan shalat. Malam Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara malaikat Jibril, sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.

Tingginya derajat kehambaan

Dalam surat Al-Isra’ ayat satu yang mengisahkan peristiwa Isra’ Mi’raj. Kata yang digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad SAW adalah ‘abdun’ yang berarti hamba. Ini menunjukkan hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT mendapat derajat begitu luhur atau tinggi di sisi-Nya.

Pembekalan dakwah yang tangguh

Hikmah Isra Mi’raj menjadi pembekalan dakwah yang tangguh. Sebelum peristiwa Isra’ Miraj, orang-orang yang Nabi Muhammad cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia.

Begitu juga penindasan kaum Quraisy semakin hebat. Ujian bertubi-tubi yang Allah SWT lakukan ini bertujuan agar Nabi Muhammad SAW benar-benar tangguh dalam berdakwah.

Sampaikan kebenaran meski pahit

Begitu pagi setelah malam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menyampaikan apa yang baru saja dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar tidak masuk akal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa seburuk apapun kebenaran tetap harus diberitakan, meskipun mendapat penolakan.

Syariat Nabi Muhammad menghapus syariat nabi-nabi terdahulu

Melalui peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu.

Peristiwa ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.

Keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Muslim

Masjidil Aqsa yang berada di Palestina merupakan tujuan akhir dari perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW yang berawal di Masjidil Haram, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha.

Ini menandakan betapa mulianya masjid tersebut dan menjadi hikmah Isra Miraj.

Bahkan masjid ini pernah menjadi kiblat shalat sebelum akhirnya berganti Ka’bah. Pahala shalat Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) juga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.

Islam merupakan agama suci

Ketika Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Miraj,  Nabi lebih memilih susu. Kemudian malaikat Jibril as berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah) dan menjadi salah satu hikmah Isra Miraj.

Memantapkan Nabi Muhammad SAW

Sebelum Miraj, Nabi Muhammad SAW hanya mendengar info terkait surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ‘ilmul yaqin, Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung.

Namun ketika Miraj, Nabi Muhammad SAW melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin’. Yakni, ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat dan menjadi hikmah Isra Miraj. Semoga kita bisa mengambil Hikmah Isra Miraj untuk kita teladani bersama.

Isra Miraj bukan hanya kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya iman, spiritualitas, dan hubungan dengan Allah SWT.

Salat lima waktu, yang menjadi inti dari peristiwa ini, mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan Sang Pencipta.

Lebih dari itu, Isra Miraj mengajarkan bahwa di balik setiap tantangan, selalu ada kekuatan dan pertolongan dari Allah. Pelajaran ini relevan bagi siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan lebih bermakna, dengan memadukan nilai-nilai spiritual dan kesadaran akan pentingnya kedisiplinan, kebersihan, serta keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga peristiwa Isra Miraj senantiasa menjadi inspirasi untuk hidup yang lebih baik dan bermakna.

*) CEO Kinerja Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *