UMKM di Tengah Tantangan Ketidakpastian Ekonomi Global

CEO Kinerja Group Risdiana Wiryatni menyerahkan cinderamata kepada Motivator Mario Teguh

Catatan Risdiana Wiryatni *)

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global, tetapi tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

UMKM tetap menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia, namun tantangan seperti keterbatasan teknologi, akses pembiayaan, dan ketidakpastian global perlu segera diatasi. Dengan strategi yang tepat—seperti digitalisasi, kolaborasi, dan dukungan kebijakan—UMKM dapat terus berkembang dan menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional.

Tantangan Utama UMKM:

Ketidakpastian Ekonomi Global: Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan baku, dan perlambatan ekonomi global (seperti resesi di beberapa negara) meningkatkan tekanan pada UMKM, terutama yang bergantung pada ekspor atau impor.

Keterbatasan Akses Teknologi dan Digitalisasi: Banyak UMKM masih belum mengadopsi teknologi digital sepenuhnya, yang menghambat daya saing mereka di pasar global.

Akses Pembiayaan: Meski menyumbang sekitar 60-62% PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja, akses UMKM terhadap kredit perbankan masih terbatas, sering kali hanya mendapat porsi kecil dari total kredit nasional.

Inkonsistensi Kualitas Produk: Standar kualitas yang belum memenuhi pasar internasional menjadi kendala bagi UMKM yang ingin go global.

Manajemen Keuangan: Banyak UMKM tidak memisahkan keuangan usaha dan pribadi, yang dapat mengganggu keberlanjutan bisnis.

Persaingan dan Margin Tipis: Di tengah kondisi ekonomi makro yang sulit, UMKM kesulitan menjual produk dengan margin yang kompetitif.

Kontribusi dan Potensi UMKM:

Penyumbang Ekonomi: Pada 2023, UMKM menyumbang 61% PDB Indonesia (setara Rp9.580 triliun) dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Pada kuartal pertama 2025, kontribusi UMKM naik menjadi 62,3% terhadap PDB.

Penopang Krisis: UMKM terbukti tangguh, dengan banyak pelaku usaha yang mampu bertahan selama krisis seperti pandemi COVID-19, dan dianggap sebagai penyelamat ekonomi di masa krismon sebelumnya.

Strategi Bertahan dan Berkembang:

Digitalisasi dan Inovasi: Adopsi teknologi digital, seperti e-commerce dan pemasaran online, menjadi kunci untuk memperluas pasar. Inovasi digital juga membantu UMKM bersaing di pasar global.

Kebijakan Pemerintah: Dukungan berupa pelatihan, subsidi, dan kemudahan akses pembiayaan sangat penting untuk meningkatkan kapasitas UMKM.

Kolaborasi Antar-UMKM: Membentuk komunitas bisnis atau kelompok usaha dapat meningkatkan efisiensi, berbagi sumber daya, dan memperkuat daya tawar.

Peningkatan SDM: Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan manajerial dan teknis pelaku UMKM akan mendukung keberlanjutan usaha.

Fokus pada Produk Lokal: Dukungan konsumen untuk beralih ke produk UMKM lokal, seperti sepatu atau makanan-minuman lokal, dapat memperkuat pasar domestik.

Saat ini, UMKM sedang dalam tren yang positif dengan jumlahnya yang terus bertambah setiap tahunnya. Tren positif ini akan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional sebesar 60,5%. Ini menunjukkan bahwa UMKM yang ada di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan hingga dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi perekonomian.

Di tengah persaingan global saat ini, para pelaku UMKM dituntut untuk terus berinovasi sehingga mampu menembus pasar global. Untuk bisa menghadapi pasar global memang tidaklah mudah, karena produk UMKM akan bersaing dengan produk negara lain. Untuk menyiasatinya dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengembangkan UMKM agar bisa bersaing menghadapi pasar global.

Berikut strategi yang harus dimiliki UMKM:

Produk

Menentukan produk dalam bisnis UMKM adalah langkah yang paling utama sebelum bisnis berjalan. Produk yang Anda jual haruslah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh semua konsumen.

Untuk itu, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu tentang selera pasar, tren pasar yang sedang berkembang saat ini, dan melihat seberapa besar peluang pasar yang akan kita bidik.

Selain itu, dari segi kualitas, produk yang akan dijual haruslah memiliki kualitas yang bisa bersaing dengan produk yang sudah ada, kalau perlu bisa sekelas dengan produk yang dijual dengan standar pasar global.

Harga

Untuk menentukan harga jual produk, Anda harus teliti menghitung total semua biaya yang dikeluarkan selama produksi berlangsung.

Ada 3 cara penetapan harga yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kerugian saat penentuan harga.

Penentuan harga berdasarkan biaya produksi ditambah dengan keuntungan, biasanya keuntungan diambil 30% dari harga produksi.

Penentuan harga berdasarkan kompetitor, jadi Anda bisa riset terlebih dahulu sebelum menentukan harga, tentukan harga di bawah kompetitor, tetapi dengan kualitas yang sama dengan kompetitor. Jadi ini bisa menjadi salah satu strategi untuk menarik konsumen dari kompetitor.

Penentuan harga berdasarkan permintaan, jadi konsumenlah yang akan menentukan harga produk yang Anda miliki dengan mengacu pada kualitas yang dimiliki, tetapi jika harga yang diberikan masih di bawah harga produksi, Anda harus bisa menaikan harga jualnya, sehingga bisa tetap mendapatkan keuntungan.

Promosi

Promosi adalah langkah untuk mengenalkan produk yang Anda miliki kepada konsumen. Apalagi jika produk yang dijual adalah produk baru, maka promosi ini sangat penting dilakukan.

Agar promosi yang dilakukan bisa tepat sasaran, maka Anda harus melakukan riset terhadap produk yang dijual dan siapa saja calon konsumen yang potensial untuk membeli produk tersebut.

Setelah itu, Anda hanya perlu memilih, melalui media mana Anda melakukan promosi, apakah via media online atau media offline?

Penguatan Sumber Daya Manusia

Terakhir adalah orang atau sumber daya manusia (SDM).

SDM yang dipilih haruslah orang-orang pilihan yang bisa menghasilkan produk dan layanan terbaik.

Jangan ragu untuk melakukan seleksi kepada calon karyawan dalam bisnis UMKM yang Anda bangun, hindari referensi dari kenalan atau sodara jika dirasa skill yang dimiliki belum sesuai.

*) CEO Kinerja Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *