Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Garuda Indonesia dan Pelita Air Rencanakan Merger

Erick Thohir: Target Rampung Akhir 2025

Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) [Foto istimewa]

MAJALAHCEO.co.id, Jakarta – Guna meningkatkan efisiensi operasional sektor penerbangan di Indonesia, dua perusahaan penerbangan plat merah, Garuda Indonesia dan Pelita Air, berencana akan melakukan merger.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan bahwa penggabungan ini juga telah masuk dalam peta jalan untuk enam bulan ke depan.

Erick menyebut, proses merger ini diharapkan dapat selesai paling lambat pada akhir tahun 2025.

Lebih lanjut, penggabungan ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi selama musim mudik Lebaran 2025. Dengan sinergi yang lebih baik antara maskapai, diharapkan distribusi penumpang dapat dilakukan dengan lebih efisien, terutama di rute-rute domestik yang padat.

Maskapai Pelita Air [foto liputan6.com]
Erick meyakini, merger antara Garuda Indonesia dan Pelita Air akan membawa berbagai manfaat ekonomi, termasuk peningkatan daya saing di pasar domestik dan internasional. Langkah ini juga diharapkan dapat menciptakan layanan penerbangan yang lebih terintegrasi, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan Indonesia.

Manajemen Garuda Indonesia (GIAA) menuturkan, sehubungan dengan informasi terkait rencana merger antara perseroan dan Pelita Air, pihaknya tengah melakukan langkah penjajakan aksi korporasi tersebut dengan tahap diskusi awal dengan pihak-pihak terkait.

“Perseroan saat ini tengah dalam proses penyusunan kajian awal dan diskusi dengan pihak-pihak terkait, utamanya Kementerian BUMN selaku pemegang saham utama perseroan untuk dapat mengoptimalkan berbagai peluang sinergi bisnis guna memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara di Indonesia, sehingga dapat membawa manfaat keberlanjutan bagi masyarakat,” tulisnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan juga memandang positif dan akan mendukung penuh rencana merger tersebut. Hal ini tentunya akan didasari dengan kajian komprehensif terhadap outlook bisnis dan kinerja perseroan.

“Progres dari rencana merger ini akan kami sampaikan lebih lanjut sekiranya terdapat perkembangan signifikan berkaitan dengan tahanpan maupun realisasi atas rencana strategis tersebut,” tambahnya.

Meskipun memiliki potensi besar, proses merger ini tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah memastikan bahwa setiap aspek dari penggabungan ini, termasuk struktur keuangan, operasional, dan sumber daya manusia, dapat diintegrasikan dengan lancar.

[dul/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *